Adakah Qodo’ Bagi Mereka Yang Bertahun-Tahun Meninggalkan Sholat?

Sholat merupakan perkara yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Namun demikian, tidak jarang masih ada yang meninggalkannya, baik karena lupa, tertidur, atau mungkin secara sengaja.

Hal ini merupakan sunatullah, apalagi bagi kita yang hidup di akhir zaman. Akan semakin banyak mereka yang lalai dari sholatnya. Allah ta’ala berfirman,

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

Dan akan datang di belakang mereka kelompok yang melalaikan sholatnya dan mengikuti syahwatnya, maka mereka kelak akan tersesat (Q.S.Maryam: 59)

Berkaitan dengan hal tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan mereka yang lupa atau tertidur sehingga meninggalkan sholat untuk mengqodo’nya. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

من نسي صلاة أو نام عنها فكفارتها أن يصليها إذا ذكرها

Siapa yang lupa sholat atau tertidur darinya maka kafaratnya adalah ia sholat ketika ia ingat (HR. Bukhari)

Adapun jika tidak mungkin untuk ingat lagi, misalnya karena seseorang sudah dalam keadaan koma, maka tidak ada kewajiban baginya untuk mengqodo’ sholatnya.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana jika ada orang yang selama berpuluh tahun meninggalkan sholat, kemudian ia bertaubat, maka apakah ada qodo’ baginya atas sholat yang telah ditinggalkan?

Berkaitan dengan masalah ini, maka para ulama berbeda pendapat. Jumhur ulama mewajibkan untuk mengqodo’ sholat tadi sesuai dengan kemampuannya. Ibnu Qoyyim Al Jauziyah misalnya mengatakan

لا يختلف المسلمون أن ترك الصلاة المفروضة عمدا من أعظم الذنوب وأكبر الكبائر، وأن إثمه عند الله أعظم من إثم قتل النفس وأخذ الأموال ومن إثم الزنا والسرقة وشرب الخمر،.

Kaum muslimin tidak berbeda pendapat bahwa meninggalkan sholat wajib secara sengaja merupakan sebesar- besar dosa di antara dosa-dosa bebesar. Dan dosanya di sisi Allah lebih besar daripada dosa membunuh jiwa, mengabil harta orang lain tanpa hak, dosa zina, mencuri dan meminum khomar.

Dalil dari para jumhur berkaitan dengan wajibnya qodo’ ini adalah karena jika lupa atau tidur saja diwajibkan untuk qodo’, maka tentu orang yang secara sengaja meninggalkan sholat lebih berkewajiban untuk melakukannya.

وأن قول النووي في شرح مسلم بعد حكاية قول من قال لا يجب القضاء على العامد أنه خطأ من قائله وجهالة من الإفراط المذموم

Sesungguhnya imam Nawawi mengatakan dalam syarah muslim setelah kisah, siapa yang mengatakan tidak wajibnya qodo’ bagi mereka yang meninggalkannya secara sengaja maka ia sudah salah pada ucapannya, dan jahil dengan pendapat yang beracun.

Adapun pendapat kedua, di antaranya yang diambil oleh syaikh Bin Baz adalah bahwa mereka yang telah meninggalkan sholat secara sengaja dalam jumlah yang banyak, maka tidak ada qodo’ padanya.

Adapun yang perlu ia lakukan adalah bertaubat kepada Allah Allah ta’ala. Ia perlu mengetahui bahwa sholat adalah tiang agama dalam Islam, dan meninggalkannya termasuk dosa besar. Bahkan meninggalkannya secara sengaja termasuk perkara yang membuat seseorang menjadi kafir.

Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر

Perjanjinan antara kami dengan mereka adalah sholat, siapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir (HR. Imam Ahmad)

Dengan makna serupa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

بين الرجل وبين الشرك والكفر ترك الصلاة

Di antara seorang muslim dan orang syirik serta kafir adalah meninggalkan shalat (HR. Muslim)

Oleh karena itu, seorang yang pernah meninggalkan shalat secara sengaja seperti ini perlu untuk bertaubat dengan taubatan nasuhah dan jujur kepada Allah ta’ala. Ia perlu menyesali masalah lalunya yang telah meninggalkan sholat, berazzam yang kuat untuk tidak lagi mengulanginya dan sungguh-sungguhnya menjaga sholatnya.

Bahkan ia tidak hanya menjaga sholat wajibnya, tetapi juga dengan memperbanyak sholat Sunnah, insyaAllah Allah pun akan mengganti kekurangan masa lalunya dengan kebaikan yang berlimpah. Dengan kesungguhnya taubat kita, maka insyaAllah Allah ta’ala pun akan mengampunkan dosa-dosa kita yang telah lalu. Allah ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Bertaubatlah kepada Allah semuanya wahai orang-orang yang beriman, agar kalian mendapatkan kemenangan (Q.S. Annur:31)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

التائب من الذنب كمن لا ذنب له

Seorang yang bertaubat dari dosa seperti mereka yang tidak pernah berbuat dosa (HR. Ibnu Madjah)

Wallahu ta’ala a’lam, insyaAllah pendapat kedua ini lebih rajih.

Semoga kita semua termasuk di antara hamba Allah yang senantiasa menjaga sholatnya. Aamin.

 

Malang, 24 Juli 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response