Bahaya Banyak Makan

Sesunguhnya perut merupakan salah satu syahwat yang sangat berbahaya bagi anak cucu adam. Nabi Adam ‘alaihissalam dan Hawa dikeluarkan dari surge karena urusan perut akibat keinginan mereka untuk memakan buah khuldi.

Oleh karena itu, Allah ta’ala mewanti-wanti kita supaya makan dan minum tidak dengan berlebihan. Allah ta’ala berfirman,

وكلوا واشربوا ولا تسرفوا إنه لا يحب المسرفين

Makanlah dan minumlah dan jangan berlebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan (Q.S. Al A’raf: 31)

Di antara bukti lain bahwa memenuhi perut bukan perkara yang baik, maka Allah ta’ala memerintahkan kita untuk berpuasa, paling tidak satu bulan dalam satu tahun pada bulan Ramadhan.

Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencontohkan untuk banyak perpuasa pada hari-hari yang lainnya. Kita mungkin bisa melaksanakan puasa senin kamis, puasa daud, puasa asyura, puasa yaumul bidh, puasa arafah, dan puasa syawal.

Para ulama terdahulu pun juga melakukan hal yang serupa. Mereka banyak menghabiskan siang mereka untuk berpuasa, dan malam-malam mereka untuk menegakkan sholat. Ibnul Qayyim Al Jauziyah mengatakan

لأن فضول الطعام داع إلى أنواع كثيرة من الشر ، فإنه يحرك الجوارح إلى المعاصي ، ويشغلها عن الطاعات ، فكم من معصية جلبها الشبع وفضول الطعام

Karena sesungguhnya banyak makan mengantarkan pada banyak kejelekan. Sesungguhnya ia menggerakkan tubuh pada kemaksiatan, ia juga menyibukkan diri (untuk tidak) melakukan ketaatan. Betapa banyak kemaksiatan terjadi karena kekenyangan dan banyaknya makan.

Artinya, seorang muslim seharusnya tidak lagi makan dengan syahwatnya, melainkan menjadikannya sebagai ibadah, sekedar untuk memperkuat tubuhnya agar kuat dalam beribadah kepada Allah ta’ala. Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما ملأ ابن آدم وعاء شراً من بطن ، بحسب ابن آدم لقيمات يقمن صلبه ، فإن كان لا محالة فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه

Tidak ada tempat yang lebih jelek dipenuhi oleh anak cucu adam kecuali perutnya. Jika hendak makan anak cucu adam maka cukup sekedar menguatkan tulangnya. Jika demikian maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga untuk nafas (HR. Tirmidzi)

Dengan niat yang ikhlas bahwa makan tadi adalah ibadah, insyaAllah Allah pun akan memberikan keberkahan dari apa yang kita makan. Meskipun sedikit yang kita makan, nicaya cukup untuk mengeyangkan dan menguatkan tubuh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

طعام الواحد يكفي الاثنين ، وطعام الاثنين يكفي الثلاثة ، وطعام الثلاثة يكفي الأربعة

Makanan satu orang cukup untuk dua, makanan dua orang cukup untuk tiga, dan makanan untuk tiga orang cukup untuk berempat (HR. Bukhari)

Syariat puasa ini bahkan sebenarnya sudah ada sejak sebelum kenabian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

قال بعض السلف : كان شباب يتعبدون في بني إسرائيل فإذا كان فطرهم قام عليهم قائم فقال : لا تأكلوا كثيرا فتشربوا كثيرا فتخسروا كثيرا

Beberapa ulama terdahulu mengatakan, dulu ada beberapa pemuda yang beribadah (sholat dan puasa) kepada Allah dari bani Israel, ketika sudah datang waktu berbuka maka mereka berdiri untuk sholat, dan berkata, jangan makan yang banyak, kamu akan minum yang banyak, dan kamu pun akan banyak mengalami kerugian.

Demikian juga dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat banyak merasakan lapar. A’isyah radiyallahu ‘anha mengatakan,

ما شبع آل محمد صلى الله عليه وسلم منذ قدم المدينة

Tidak pernah kenyak keluarga nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sejak pindah ke Madinah.

Ibrahim bin Adham mengatakan

من ضبط بطنه ضبط دينه ، ومن ملك جوعه ملك الأخلاق الصالحة ، وإن معصية الله بعيده من الجائع قريبة من الشبعان

Siapa yang terjaga perutnya maka terjaga agamanya, dan siapa yang sering lapar maka akhlaknya akan bagus, dan sesungguhnya maksiat kepada Allah jauh bagi mereka yang sering lapar dan dekat dengan mereka yang sering kenyang.

Luqman mengatakan kepada anaknya

إذا امتلأت المعدة نامت الفكرة ، وخرست الحكمة ، وقعدت الأعضاء عن العبادة

Jika telah penuh tempatnya (perut) maka akan mati fikiran, akan bisu hikmah dan anggota-anggota tubuh malas untuk beribadah.

Kita berdoa kepada Allah ta’ala supaya kita semua termasuk di antara orang-orang yang bisa menjaga amanah perut. Aamin.

 

Malang, 27 Juli 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Disadur dari kitab Tazkiyatunnafs Ahmad Farid

 

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana dari Ilmu Hubungan Internasional UGM dan M.A Political Science, Jamia Millia Islamia dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Sedang menempuh PhD Political Science di Internasional Islamic University of Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response