Bahaya Penyakit Hasad

Hasad secara umum merupakan perkara yang dilarang dan sangat berbahaya bagi kehidupan seorang mukmin. Seorang yang hasad berarti ia tidak senang dengan nikmat yang Allah berikan pada saudaranya yang lain.

Oleh karena itu, dalam banyak hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang sifat ini. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا تباغضوا ولا تحاسدوا ولا تدابروا وكونوا عباد الله إخوانا ولا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث

Jangan saling marah, jangan saling hasad, jangan saling membelakangi, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim menghajr (menjauhi) saudaranya lebih dari tiga hari (HR.Muslim)

Seorang yang hasad hakikatnya ia sedang menghabiskan kebaikan dirinya sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الحسد يأكل الحسنات كما تأكل النار

Orang yang hasad memakan kebaikannya sebagaimana ia memakan api (HR. Abu Daud)

Bahkan dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menggambarkan bahwa mereka yang suka hasad merupakan gambaran hilangnya keimanan dalam dirinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ولا يجتمع في جوف عبد الإيمان والحسد

Tidak akan berkumpul dalam dada seorang hamba keimanan dan hasad (HR. Muslim)

Artinya seorang mukmin adalah mereka yang beriman kepada takdir Allah ta’ala, sehingga ia pun tidak perlu takut dan hasad karena rezeki antara seorang hamba dengan lainnya tidak mungkin tertukar.

Sehingga seorang yang hasad hakikatnya ia sedang menjauhkan dirinya dari kebaikan pada dirinya. Dengan hasad selain Allah ta’ala akan murka, maka manusia pun tidak akan menyenanginya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.

لا يزال الناس بخير ما لم يتحاسدوا

Tidak akan dijauhkan dari kebaikan kecuali mereka yang sudah hasad (HR. Bukhari)

Maka sungguh mereka yang menyimpan sifat hasad merupakan orang-orang yang mewarisi sifat iblis. Allah ta’ala berfirman,

وإذ قلنا للملائكة اسجدوا لآدم فسجدوا إلا إبليس كان من الجن ففسق عن أمر ربه

Ketika Kami mengatakan kepada para malaikat, bersujudlah kepada adam, maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Ia dari kalangan jin dan fasik dari perintah Tuhannya (Q.S. Al Kahfi: 50)

Sifat hasad ini harus jauh dari kehidupan seorang mukmnin karena seorang mukmin seharusnya merasakan kesenangan ketika saudaranya mendapatkan nikmat, dan ikut bersedih atas musibah yang dirasakan oleh saudaranya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد الواحد، إذا اشتكى منه شيء تداعى له سائر الجسد بالحُمَّى والسَّهَر

Perumpamaan seorang mukmin dalam cinta dan kasih sayang serta kelembutan mereka seperti satu tubuh, jika satu merasakan sakit, maka akan ikut mengundang seluruh anggota tubuh dengan panas dan susah tidur (HR. Bukhari Muslim)

Hadits ini sesuai dengan hadits lain yang menyatakan keterikatan antara satu muslim dengan muslim lainnya.

المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضا

Seorang mukmin dengan mukmin lain seperti bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya (HR. Muslim)

Karena itu, kita berdoa kepada Allah ta’ala, semoga kita dijauhkan dari sifat tercelah ini. Aamin.

 

Malang, 2 November 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response