Beberapa Etika Pendidikan Anak

Pendidikan anak merupakan kewajiban penting bagi seorang muslim. Oleh karena itu, Islam menuntunkan beberapa etika yang perlu dilakukan oleh seorang muslim dalam mendidik anaknya. Di antara hal-hal tersebut antaralain:

Pertama, seorang muslim perlu menyadari bahwa anak merupakan nikmat Allah ta’ala yang perlu disyukuri dan tidak membuat seseorang jatuh pada fitnah. Karena itu, Allah ta’ala mengingatkan manusia hakikat anak dan harta dalam kehidupan dunia ini, sebagaimana firman-Nya,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia (Q.S. Al Kahfi: 36)

Karena perhiasan maka keberadaan anak menyenangkan bagi para orang tua. Tanpa didasari oleh keimanan kepada Allah ta’ala, tidak sedikit mereka yang jatuh pada kemurkaan Allah karena cintanya yang salah pada sang anak.

Namun demikian, seorang yang beriman tentu akan lebih banyak bersyukur dengan nikmat ini, dalam artian ia akan menjadikan anaknya sebagai amanah. Karena itu ia akan memberikan pada anaknya pendidikan yang baik dalam perkara dunia dan akhiratnya.

Ia sadar bahwa Allah ta’ala telah berfirman,

لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Jika kalian bersyukur maka Aku (Allah) akan menambah (nikmat tadi) pada kalian (Q.S.Ibrahim:7)

Kedua, kita perlu menyadari bahwa anak kita sebenarnya merupakan ujian dari Allah ta’ala. Ujian ini bukan hanya terletak pada karakter dari anak kita saja, melainkan lebih pada bagaimana kita menyiapkan pendidikan dan akhlak terbaik untuk anak-anak kita.

Jika kita sendiri tidak berhasil memulai dari diri kita, maka niscaya akan sulit mendapatkan anak-anak yang sholeh dan sholehah. Setiap apa yang kita lakukan hakikatnya akan mempunyai konsekuensi terhadap kehidupan diri kita, baik dalam hubungan dengan istri maupun anak-anak.

Fudhail bin Iyadh rahimahullah pernah mengatakan,

إني لأعصى الله فأجد شؤمَ معصيتي في خلق دابتي وزوجتي

Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, kemudian aku temukan dampak buruk dari maksiatku pada akhlak binatang dan istriku.

Ketiga, berkaitan dengan penjelasan di atas, maka jelas bahwa kita sebagai orang tua perlu senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah ta’ala. Dengan ketaatan dan kesungguhan kita menjaga diri senantiasa dalam kebaikan ini, maka niscaya Allah pun akan melindungi anak keturunan kita.

Hal ini misalnya terlihat dari seorang yang sholeh dalam kisah nabi Khidir dan Musa alaihimassalam. Allah ta’ala akhirnya memberikan perlindungan kepada dua orang anak dari orang tua yang sholeh, termasuk menjamin rejeki mereka yang tersembunyi di bawah rumah yang mereka tempati.

Hal ini tergambarkan dalam firman Allah ta’ala,

وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا

Sesungguhnya bapak dari keduanya adalah orang yang sholeh (Q.S. Al Kahfi: 82)

Artinya kita tidak perlu takut dengan nasib anak-anak kita termasuk ketika kita sudah meninggal sekali pun, selama kita termasuk di antara orang-orang yang sholeh. InsyaAllah anak keturunan kita pun akan dilindungan dan dijaga oleh Allah ta’ala.

Keempat, dalam pendidikan terhadap anak-anak, maka orang tua perlu banyak membaca alquran di rumahnya. Jangan sampai karena kesibukan atau rasa capek karena mencari nafkah menyebabkan kita lalai dari alquran.

Jika ada rumah-rumah yang banyak diisi dengan berdzikir kepada Allah ta’ala, utamanya dengan membaca Alquran, maka niscaya Allah pun akan mendatangkan keberkahan, ketenangan dan kebahagian bagi penghuninya.

Jika anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan seperti ini, maka tentu ia akan memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan dan jiwa seorang anak. Mereka tinggal di rumah-rumah yang penuh dengan kasih sayang dan cahaya alquran, bukan rumah-rumah yang tidak lebih seperti kuburan yang sepi.

Rasulullah shollallahu’alaihi wasallam pernah bersabda,

لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

Jangan jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya syaithan akan berlari dari rumah-rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqaroh (HR. Muslim)

Terakhir, dalam mendidik anak maka orang tua perlu banyak medoakan anak-anaknya. Apalagi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,

ثلاث دعوات مستجابات لا شك فيهن: دعوة المظلوم، ودعوة المسافر ودعوة الوالد على ولده

Tiga do’a yang mustajab dan tidak ada keraguan padanya; do’a orang yang terdholimi, do’a musafir dan do’a orang tua untuk anaknya (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dengan beberapa etika pendidikan anak di atas, insyaAllah Allah pun memudahkan kita untuk melahirkan anak-anak yang sholeh dan sholehah, yang menjadi bekal bukan sekedar untuk kehidupan dunia kita melainkan juga untuk kehidupan akhirat nantinya. Aamin.

 

Malang, 4 Mei 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana dari Ilmu Hubungan Internasional UGM dan M.A Political Science, Jamia Millia Islamia dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Sedang menempuh PhD Political Science di Internasional Islamic University of Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response