Belajar Dari Kematian Orang Lain

Mendengar banyaknya berita kematian, saya berfikir bahwa suatu saat, akan datang masa ketika wall di FB ini hanya nama. Saat itu, pemiliknya sedang mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan selama hidup di dunia ini.

Sungguh, saat itu adalah masa hisab, tanpa memberikan kesempatan kepada kita untuk beramal. Ali bin Abi Tholib radiyallahu ‘anhu mengatakan,

إنَّ أخوف ما أخاف عليكم إتباع الهوى وطول الأمل ؛ فأما إتباع الهوى فيصد عن الحق , وأما طول الأمل فينسي الآخرة ؛

Sesungguhnya perkara yang paling saya takutkan dari kalian adalah mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Sesungguhnya mengikuti hawa nafsu menyesatkan dari kebenaran, dan panjang angan melupakan dari akhirat.

ألا إن الدنيا ارتحلت مدبرة , والآخرة ارتحلت مقبلة , ولكل واحدة منهما بنون ؛ فكونوا من أبناء الآخرة , ولا تكونوا من أبناء الدنيا ؛

Ketahuilah, sesungguhnya dunia telah beralih ke belakang dan akhirat beralih di depan. Dan pada setiap mereka ada anak. Maka jadilah anak-anak akhirat, dan jangan menjadi anak dunia.

فإن اليوم عمل ولا حساب , وغداً حساب ولا عمل

Sesungguhnya hari ini adalah waktu beramal tanpa hisab, dan besar waktu hisab tanpa (bisa) beramal.

Oleh karena itu, selagi masih hidup, kita perlu menjadikan kematian orang lain, apalagi mereka yang kita kenal sebagai pelajaran.

Ad Daqqaq pernah mengatakan keberuntungan yang didapatkan oleh mereka yang banyak mengingat kematian, dan kerugian bagi mereka yang melalaikannya.

مَن أكثر ذكر الموت أكرمه الله بثلاث : بتعجيل التوبة , وقناعة في القلب , ونشاط في العبادة , ومَن نسي الموت عاقبه الله بثلاث : بتسويف التوبة , وترك الرضا بالقليل , وتكاسل في العبادة

Siapa yang banyak mengingat kematian, maka Allah akan memuliakannya dengan tiga perkara, menyegerakan taubat, sifat qona’ah di dalam hati, dan rajin beribadah. Adapun yang yang lalai dari kematian, maka Allah menghukumnya dengan tiga perkara, menunda taubat, meninggalkan sikap ridho dari yang sedikit, serta malas dalam beribadah.

Semoga berbagai berita kematian yang sering terjadi secara tiba-tiba di masa ini, menjadi pengingat bagi kita bahwa suatu saat giliran akan datang. Dengannya kita bersemangat mempersiapkan diri. Aamiin.

 

Taichung, 5 Jumadil Akhir 1440

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

 

 

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana dari Ilmu Hubungan Internasional UGM dan M.A Political Science, Jamia Millia Islamia dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Sedang menempuh PhD Political Science di Internasional Islamic University of Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response