Belajar Menjaga Keikhlasan

Hampir empat belas tahun yang lalu, saya pernah datang ke sebuah kantor untuk bertemu dengan pimpinannya. Pada saat itu, pegawai administrasi menyampaikan, “maaf bapak belum datang, monggo ditunggu dulu”.

Tidak lama kemudian, datang seorang dengan tampilan persis seperti office boy. Kopiahnya miring, dan bajunya pun lusuh. Kemudian, beliau ketika datang, langsung bertanya, “ mau kopi apa teh mas?”. Saya jawab “teh pak”, karena bayangan saya beliau memang ditugaskan untuk itu.

MasyaAllah, segera beliau membuatkan teh dan menyajikannya. Ketika saya minum teh, beliau sempat mengajak saya ngobrol beberapa hal sederhana.

Beberapa waktu kemudian, pimpinan yang janjian bertemu dengan saya datang. Kemudian, beliau pun memperkenalkan beberapa orang yang ada di kantornya, termasuk (ustadz) yang tadi membuatkan saya teh. “O ya, kenalkan, beliau ustadz Dr. Fulan, sekarang sedang menyelesaikan doktor yang kedua, dan Alhamdulillah hafal 30 Juz Alqur’an”.

Dalam hati, saya pun kaget, dan merasa bersalah telah menilai orang dari tampilan luarnya saja. Padahal Allah ta’ala saja melihat seseorang bukan dari tampilan atau hartanya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إن الله لا ينظر إلى صوركم وأموالكم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأعمالكم

Sesungguhnya Allah tidak melihat dari tampilan luar kalian dan harta benda kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian (HR Muslim)

Namun kejadian ini bagi saya memberikan pelajaran besar. Selain saya insyaAllah berusaha untuk tidak melihat orang hanya dari tampilan luarnya, tetapi juga saya belajar dari beliau bagaimana dengan posisi yang sebenarnya sangat terhormat dan tinggi, tetapi tetap bisa hidup dengan tampilan sederhana.

Kelihat bahwa beliau sudah melupakan pandangan manusia, demi semata, insyaAllah mengharapkan pandangan Allah. Inilah ilmu yang kemudian saya pahami sebagai salah satu bentuk keikhlasan.

قال أبو عثمان سعيد النيسابوري: صدق الإخلاص نسيان رؤية الخلق لدوام النظر إلى الخالق

Abu Utsman Sa’id Annisaburi berkata, ikhlas yang benar adalah dengan melupakan pandangan makhluk demi mendapatkan pandangan Pencipta.

Semoga kita semua, dimudahkan oleh Allah ta’ala agar termasuk di antara orang yang ikhlas dalam amalan kebaikan kita. Aamin.

23 Januari 2020

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana dari Ilmu Hubungan Internasional UGM dan M.A Political Science, Jamia Millia Islamia dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Sedang menempuh PhD Political Science di Internasional Islamic University of Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sejak tahun 2007 berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

Leave a Response