Diantara Keutamaan Ilmu

Ilmu merupakan perkara penting dalam umat ini. Saking pentingnya ilmu, para ulama menyampaikan bahwa paling tidak terdapat beberapa keutamaan ilmu dan mereka yang memiliki ilmu.

Pertama, ilmu diperlukan sebelum amal dan ucapan. Pernah Sofyan bin Uyainah ditanya tentang keutamaan ilmu, maka beliau menjawab, Tidakkah engkau mendengar firman Allah ta’ala ketika memulai kalimat tauhid,

فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك

Ketauhilah, sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang haqq) disembah kecuali Allah, dan mohon ampunlah atas dosamu (Q.S. Muhammad:19)

Dari ayat ini, para ulama menyatakan bahwa ilmu mendahului ucapan dan amalan. Tidak benar amalan dan ucapan kecuali didasari atas ilmu. Oleh karena itu, seorang muslim wajib untuk berilmu tentang Allah, tentang Rasulullah, dan tentang agamanya di atas dalil yang shohih.

Kedua, ilmu adalah cahaya petunjuk. Dengan ilmu seseorang akan mendapatkan cahaya tentang hakikat sesuatu yang bukan hanya sekedar pandangan mata di wajah, tetapi dengan mati hati. Allah ta’ala berfirman,

فإنَّها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور

Sesungguhnya dia tidak buta pandangan (mata di wajahnya) tetapi yang buta adalah hatinya yang berada di dada (Q.S. Hajj:46)

Dalam perkara hati ini, ada manusia yang hatinya melihat, tetapi tidak sedikit juga yang hatinya mati. Mereka yang hatinya buta dan bisa melihat ini tentu tidak sama. Allah ta’ala berfirman,

أ فمن يعلم أنَّما أنزل إليك من ربك الحق كمن هو أعمى

Apakah orang yang mengetahui apa yang diturnkan kepadamu dari Rabbmu sama seperti orang yang buta? (Arra’du: 19)

Ketiga, ilmu akan mewariskan rasa takut kepada Allah. Maknanya adalah bahwa ilmu bukan sekedar banyaknya hafalan atau lancarnya bacaan. Orang yang sebenarnya berilmu yaitu mereka yang semakin mengenal Allah, maka semakin bertambah rasa takutnya agar tidak jatuh pada maksiat. Ia berusaha untuk senantiasa berada di atas ketaatan. Allah ta’ala berfirman,

إنَّما يخشى الله من عباده العلماء

Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah dari hambahnya adalah para ulama (Q.S. Faathir:28)

Keempat, perintah memohon tambahan ilmu. Saking pentingnya ilmu, maka Allah ta’ala memerintahkan supaya kita senantiasa mohon tambahan ilmu. Allah ta’ala berfirman,

وقل رب زدني علمًا

Dan katakanlah wahai Rabb, tambahkan padaku ilmu (Q.S. Thaha:114)

Kelima, ilmu merupakan wasilah jihad yang paling utama. Jihad ternyata bukan hanya dengan tangan dan pedang. Bahkan di antara jihad yang paling utama adalah dengan wasilah ilmu. Allah ta’ala berfirman,

ولو شئنا لبعثنا في كل قرية نذيرًا فلا تطع الكافرين وجاهدهم به جهادًا كبيرًا

Jika Kami menghendaki, maka Kami utus pada setiap kampung pemberi peringatan, maka jangan ikuti orang-orang yang kafir, dan berjihadlah kepada mereka dengan jihad yang besar (Q.S. Al Furqan: 51-52)

Ulama Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa jihad yang paling besar ini yaitu dengan Alqur’an. Bahkan termasuk dalam memerangi orang-orang munafik yang seperti tidak memerangi orang Islam, tetapi mereka hakikatnya “membunuh” dengan lebih kejam.

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من جاء مسجدي هذا لم يأته إلا لخير يتعلمه أو يعلمه فهو في منزلة المجاهد في سبيل الله

Siapa yang datang ke masjidku, tidaklah ia datang kecuali untuk kebaikan, belajar atau untuk mengajar, maka ia berada pada kedudukan mujahid di jalan Allah (HR. Ibnu Maajah)

Keenam, dibolehkan berlomba untuk mendapatkannya. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

لا حسد إلا في اثنتين رجل آتاه الله مالا فسلط على هلكته في الحق ، ورجل آتاه الله الحكمة فهو يقضي بها ويعلمها

Tidak ada hasad kecuali pada dua perkara, seseorang yang Allah berikan harta kemudia ia mengelolahnya di jalan kebenaran, dan seseorang yang Allah berikan hikmah dan ia menjalankannya serta mengajarkannya (HR. Bukhari Muslim)

Terakhir, kebaikan akan menyertai orang yang berilmu. Adapun mereka yang tida memiliki ilmu dan pemahaman tentang agama ini, meskipun punya harta yang banyak, pendidikan tinggi atau jabatan terhormat, hakikatnya tidak ada kebaikan pada mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, diberikan kepahaman tentang agama (HR. Tirmidzi)

Semoga kita semua termasuk di antara orang-orang yang yang Allah ta’ala berikan ilmu dan kepahaman terhadap agama ini. Aamiin.

 

Gombak, 9 Desember 2018

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana dari Ilmu Hubungan Internasional UGM dan M.A Political Science, Jamia Millia Islamia dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Sedang menempuh PhD Political Science di Internasional Islamic University of Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response