Fitnah Bagi Orang-Orang Yang Beriman

Dalam hidup ini, terkadang perjalanan kita tidak selalu mulus. Bahkan ketika kita sedang berusaha untuk menjadi seorang yang baik sekali pun, tidak jarang fitnah datang menerpa.

Karena itu, seorang yang ingin mendapatkan kebaikan dalam dirinya perlu untuk banyak bersabar bermunajat kepada Allah ta’ala. Berat memang, tetapi demikianlah kehidupan ini harus dijalani.

Fitnah yang diterima oleh Allah ta’ala dikategorikan sebagai salah satu bentuk kekejaman yang amat sangat. Bahkan dikategorikan sebagai perkara yang lebih kejam daripada pembunuhan. Allah ta’ala berfirman,

والفتنة أشد من القتل

Dan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan (Q.S. Al Baqarah: 191)

Fitnah ini menurut para ulama merupakan suatu ujian yang diberikan kepada seorang mukmin sampai ia kembali dari agamanya dan menjadi seorang musyrik setelah datang kebenaran padanya.

Karena itu, fitnah ini lebih kejam dari sekedar pembunuhan yang hanya menghabisi fisik seseorang ketika di dunia ini. Namun ia berusaha untuk menghancurkan perkara akhirat dari orang yang sedang ia fitnah.

Untuk upaya tersebut, orang yang memfitnah tidak jarang menyampaikan perkara yang sebenarnya tidak ada sama sekali dari orang yang ia fitnah. Namun mungkin karena urusan dunia dan pengaruh syaithan yang telah menguasainya, rasionalitas yang bersangkutan pun tidak bisa menerima.

Dengan nafsunya seakan ia terlihat tidak senang dengan saudaranya menjadi lebih baik dan taat pada Allah. Ia pun akhirnya melakukan hal yang bisa merusak agama, akal, fikiran dan keselamatan dari saudaranya tadi.

Karena itu, apa yang dilakukan oleh Fir’aun terhadap nabi Musa ‘alaihissalam dan umatnya merupakan salah satu fitnah terbesar dalam kehidupan umat manusia. Ketika nabi Musa dan Harun ‘alaihimmassalam mengajak umatnya pada kebenaran, justru Fir’aun mengatakan,

إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ يُرِيدَانِ أَنْ يُخْرِجَاكُمْ مِنْ أَرْضِكُمْ بِسِحْرِهِمَا

Sesungguhnya dua orang ini adalah penyihir yang menginginkan kalian keluar dari negeri kalian dengan sihir mereka. (Q.S. Thaha: 63)

Namun demikian, seorang mukmin akan berusaha untuk senantiasa sabar dalam keadaan seperti ini. Justru hal ini menambah keyakinannya akan semakin dekatnya akhir zaman. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda di antara semakin dekatnya hari kiamat adalah,

يتقارب الزمان ويقبض العلم وتظهر الفتن

Semakin dekatnya waktu, mulai diangkat ilmu dan nampaknya fitnah (HR.Muslim)

Bagi seorang mukmin,cobaan yang ditimpakan padanya sebenarnya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan cobaan yang ditimpakan oleh Allah ta’ala kepada para nabi dan orang-orang sholeh terdahulu. Justru cobaan yang ditimpakan ini adalah cara baginya untuk menjadi semakin dekat kepada Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman

أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون

Apakah manusia akan ditinggalkan begitu saja mengakatakan kami telah beriman sementara mereka tidak difitnah (diberikan ujian) – (Q.S. Al Ankabut:2)

Ayat ini menjadi penguat baginya untuk semakin dekat dengan Allah ta’ala. Jika pun ada masa lalu yang jelek, maka ia pun memohon semoga Allah ta’ala mengampunkan dosa-dosanya. Baginya orientasi ke depan untuk meninggal dalam keadaan husnul khotimah menjadi orientasi tertinggi dalam hidup.

Selain itu, seorang mukmin juga akan banyak berdoa kepada Allah ta’ala agar diselamatkan dari zaman seperti ini. Ia banyak membaca doa,

ربنا لا تجعلنا فتنة للذين كفروا

Wahai Rabb, jangan jadikan pada kami fitnah yang ditimpahkan pada orang-orang kafir. (Q.S. Mumtahana: 5)

Kita berdoa kepada Allah ta’ala semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah, istiqomah di atas ketaatan, dan dijauhkan dari semua fitnah. Aamin.

 

Malang, 5 Maret 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

 

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response