Godaan Lagu

Lagu menjadi penghancur hati ketika tiada kemanfaatan. Emosi senantiasa dikendalikan. Dan konsentrasi diri menjadi hilang. Tidak ada hasil nyata dalam hidup yang didapatkan.

Kebanyakan dari isi nyanyian membuat manusia lupa dengan makna kehidupan. Mereka banyak yang melarikan diri dari setiap persoalan dan kegelisahan dengan mendengarkan lagu. Kesalahan  fatal karena kata dalam bait yang kehilangan makna.

Menjadi sangat berbahaya ketika isi lagu justru menggelincirkan keimanan. Apalagi di era ini tayangan seronok senantiasa dipertontonkan. Sungguh disayangkan dan merugikan. Adapun dua kerugian besar para penikmat lagu adalah lemahnya pikiran  dan hilangnya kepekaan.

Lagu menuntut orang – orang yang mendengarkan untuk menikmati, bukan mengkritisi. Isi lebih kepada jiwa yang lemah dan keindahan suara. Bukan pada pemaknaan sesuatu itu benar atau tidak.

Akibat yang dimunculkan ketika dalam jiwa telah muncul kecintaan terhadap lagu adalah ucapan, dan gerak hati yang tidak terkendali. Nyanyian menjadi karakter diri. Akan sangat mudah mulutnya berujar dan melantunkan suara – suara tanpa arti.

Adalah bohong ketika kemanfaatan untuk banyak orang yang ingin mereka berikan. Bukan mengibur dan tidak juga kritik sosial. Hiburan menjadi tidak berarti ketika yang dilakukan adalah dengan membuat orang – orang melupakan makna kebahagiaan.

Candu. Hanya candu. Mereka dapat  tertawa dan terlena dengan semua suara tetapi ketika lagu berakhir serasa ada yang hilang. Jiwa bertambah miskin dan menyesakkan. Yang terjadi justru menambah beban para pendengar.

Kritik sosial apalagi. Kepentingan diri lebih dominan. Manusia hanya menginginkan dirinya dapat menikmati kelebihan dari orang lain. Mereka kemudian menyebutnya kebahagiaan. Padahal tidak, kecuali kesenangan sementara.

Uang menjadi alasan penting para pelantun dan pendukung kegiatan – kegiatan yang mengagungnya nyanyian. Minimal sebagai alat diri bersembunyi dari kesedihan batin. Mereka sepi dan merasa kehidupan kehilangan arti. Sama sekali tidak ada pembangunan proses berpikir yang menjanjikan kemajuan.

Kesalahan demi kesalahan yang mereka lakukan membuat ketagihan. Serasa diri telah menemukan jawaban semua persoalan. Dengan lantang kemudian dilakukan pembelaan dan pengagungan terhadap lagu.

Banyak orang berdiri  di belakang mereka. “Gerakan bersama” ini, bagi sebagian orang yang tidak paham cukup menggentarkan bahkan menjadi keindahan tersendiri. Anehnya dukungan dijadikan sebagai parameter kebenaran. Tidak ada persoalan dalam nyanyian.

Entah apa yang terjadi. Mereka seakan dilupakan dengan data kejahatan yang setiap hari terjadi. Berapa banyak manusia yang kehilangan kreatifitas dan menghabiskan waktu  dengan bayangan romatisme sebuah lagu.

Tidak sedikit pula pemerkosaan terjadi setelah melihat penyanyi dengan pakaian minim dan gerak yang erotis. Campur baur. Belum lagi syair – syair yang melenakan dan sama sekali tidak mendidik.

Nyanyian mempunyai peran penting dalam perkembangan masyarakat dewasa ini. Masyarakat terbutakan oleh artis –  artis favorite mereka. Hidup hanya sekedar mimpi. Lantas apa yang mau kita beri??

(Yogyakarta, 26 Juni 2005)

Leave a Response