Ilmu Yang Perlu Dimiliki Seorang Dai

Di era ini, kemajuan gerakan dakwah di Indonesia cukup menggembirakan hati. Hampir di setiap kota, meskipun belum ada pemerataan jumlah da’i, hampir dengan mudah kita bisa temukan majelis-majelis taklim yang mengingatkan manusia agar berpegang kepada Alquran dan sunnah.

Berbagai media lain pun, seperti internet, rekaman berupa CD atau buku-buku islam, cukup dengan mudah bisa kita dapatkan.

Meskipun demikian, ternyata tidak sedikit pula muncul da’i-dai yang justru menyeru kepada kesesatan. Mereka menyampaikan sesuatu tidak berdasarkan dalil dalam alquran dan sunnah, melainkan lebih kepada perasaan, logika atau kebiasaan adat istiadat yang seringkali bertentangan dengan tuntunan alquran dan sunnah.

Pada akhirnya, tidak sedikit berita jelek muncul yang mengatasnamakan islam. Mereka dipanggil sebagai ustadz atau kyai, tapi justru melakukan hal-hal yang merusak citra islam.

Oleh karena itu, pada kesempatan pagi ini, kami menyadur tulisan Syaikh bin Baz tentang syarat ilmu yang harus dimiliki oleh para da’i.

Maka dalam tulisannya, syaikh bin Baz mengatakan bahwa hendaklah bagi mereka yang berdakwah menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar untuk terlebih dahulu mempunyai ilmu, sebagaimana firman Allah,

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

Katakanlah, inilah jalan yang aku menyeru kepada Allah di atas ilmu, saya dan orang-orang yang mengikuti saya. (Q.S.Yusuf:108)

Ilmu tersebut adalah apa-apa yang telah difirmankan oleh Allah dalam Al-quran dan tuntunan rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam. Seorang dai tadi perlu sekali mempelajarinya agar mengetahui apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang oleh Allah, dan juga mengetahui bagaimana cara rasulullah dalam berdakwah kepada Allah dan mengingkari kemungkaran.

Begitu juga cara para sahabat yang melakukan dakwah dengan kembali kepada hadits dan alquran. Dalam hal ini tentu saja harus diketahui kondisi objek dakwahnya.

Artinya bahwa paling tidak dalam berdakwah kita harus mengetahui tiga jenis ilmu, yaitu ilmu tentang pemahaman islam, ilmu tentang objek dakwah, dan ilmu tentang metode dalam berdakwah. Ketiga jenis ilmu ini harus dimiliki oleh seorang dai.

Para ulama dalam persoalan ini juga mengatakan bahwa dengan ilmu tadi, insyaAllah dakwah yang kita lakukan akan dimudahkan oleh Allah. Oleh karena itu, kita hendaklah bersungguh-sungguh belajar memahami ilmu sampai mendapatkan bashiroh (ilmu yang penuh keyakinan).

Dengan ilmu tadi, maka kita akan bisa menyampaikan sesuatu sebagaimana seharusnya, mengajak kebapada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar sebagaimana dituntunkan oleh rasul melalui Alquran dan sunnah.

Semoga kita semua termasuk para dai mempunyai ilmu sebelum kita menyibukkan diri dengan dakwah. Wallahu a’lam.

Sumber:

Majmu’ fatawa

Leave a Response