Islam Di Negeri Sejuta Tuhan

Ketika akan kuliah ke India beberapa tahun yang lalu, saya pernah ditanya oleh seorang teman, kenapa tidak sekolah di negara Islam saja?. Ia mengingatkan bahwa tantangan hidup di India untuk mempertahankan Islam akan terasa berat. Waktu itu, sempat juga terbayang bagaimana sulitnya mencari makanan halal, mencari masjid, mendengarkan adzan lima waktu sehari semalam, dan suasana ke-Islaman lainnya.

Namun ternyata, apa yang saya dan teman khawatirkan tidak terbukti sama sekali. Justru kondisi sebaliknya yang saya alami. Dengan memilih kuliah di kampus Islam dan tinggal di kampung muslim, saya sempat kaget melihat ribuan orang sholat lima waktu di masjid. Saya juga kagum dengan kekuatan hafalan orang-orang India karena banyaknya anak kecil yang berusia belasan tahun sudah hafal 30 juz Al-Qur’an. Maklum, di satu kampung muslim saja, kita bisa menemukan beberapa pondok tahfidz.

Di India ini pula saya sempat bertemu dengan seorang yang hafal Kutub-Ussitta, padahal usianya waktu itu masih 24 tahun. Saya juga beberapa kali diskusi dengan seorang bapak yang bekerja menulis alquran dengan tulisan tangan yang menurutnya adalah bentuk khidmadnya terhadap Al-Qur’an. Bahkan di India pula saya pernah ikut pengajian seorang ustadz yang 15 tahun tinggal di Madinah dan menyelesaikan pendidikan S-1, S-2 dan S-3 di Universitas Islam Madinah, tetapi penampilannya sangat zuhud dan dengan telaten mengajari anak-anak untuk belajar fikih pemula. Masih banyak pengalaman-pengalaman menarik lainnya, tetapi singkat cerita, ada banyak hal menarik di kampung muslim India.

Meskipun demikian, saya melihat beberapa perbedaan pada muslim India dengan muslim di Indonesia mengingat mayoritas di antara mereka bermazhab Hanafi dan hidup di negara mayoritas Hindu dengan persaingan hidup yang sangat keras. Beberapa hal tersebut misalnya terlihat dari wanita yang tidak boleh ke masjid, Islam yang lebih dimaknai dalam arti rutinitas sholat lima waktu ke masjid, tetapi kurang memperhatikan kebersihan dan berbagai akhlak yang menguatkan persaudaraan sesama muslim, termasuk materi pembelajaran Islam di masjid-masjid yang lebih banyak menyinggung hal-hal umum, dan kurang mendalam.

Terlepas dari berbagai pengalaman di atas, pendapat teman yang khawatir dengan rencana saya untuk belajar di India dulunya tidak sepenuhnya salah karena Hindu memang merupakan agama mayoritas penduduk India, bahkan jumlah mereka hampir mencapai satu miliar orang. Jika tinggal di daerah Hindu yang mempunyai sangat banyak tuhan ini, maka suasana lingkungannya akan terasa begitu asing. Apalagi beberapa kasus konflik antara masyarakat Hindu dengan Muslim, Sikh dengan Muslim, dan Kristen dengan Muslim acap kali terjadi.

Namun yang menjadi kabar gembira adalah bahwa kampung muslim di India sudah tersebar di berbagai tempat mengingat Islam merupakan agama terbanyak kedua di India, bahkan terbanyak ketiga di dunia setelah Indonesia dan Pakistan. Buktinya, 13,4 % dari penduduk India, atau sekitar 160 juta orang masyarakat India beragama Islam (menurut sensus 2001). Bahkan pada tahun 2012 ini, penduduk muslim India diperkirakan sudah di atas 200 juta jiwa.

Beberapa pakar menilai bahwa tidak lama lagi jumlah mereka akan segera melampaui jumlah muslim di Indonesia karena tingkat angka kelahiran di keluarga muslim yang tinggi yaitu rata-rata 1 muslimah India melahirkan 4 anak. Selain itu, pemeluk agama lain seperti Budha dan masyarakat Hindu kasta bawah India yang pindah memeluk agama Islam semakin bertambah dari tahun ke tahun. Belum termasuk masyarakat imigran muslim dari Bangladesh, Arab, dan Iran yang datang ke India. Oleh karena itu, berdasarkan survey tahun 2006 yang dilakukan oleh tim bentukan Pnmerdana Menteri India, pada akhir abad ke-21, jumlah muslim India diperkirakan  akan mencapai 320 juta s.d 340 juta jiwa (atau 18 % dari total penduduk India).

Kenaikan jumlah muslim India ini merupakan harapan baru semakin kuatnya Islam, sebagaimana juga terjadi di berbagai negara, termasuk Eropa dan Amerika. Semoga hal ini tidak hanya perkembangan secara kuantitas, tetapi juga dalam hal kualitas. Apalagi Islam di India menurut para ilmuwan mempunyai sejarah panjang. Dengan jaraknya yang dekat dengan negeri arab, Islam sudah masuk ke India melalui para pedagang arab sejak abad ke 7 masehi (tepatnya tahun 630 M).

Selain itu, sejarah juga mencatat bahwa selama beberapa abad, India (termasuk Pakistan sekarang) merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Islam, yaitu kerajaan Mughal. Sebelum Inggris datang menjajah India, kerajaan ini terkenal kebesarannya, terlihat dari beberapa peninggalannya seperti Taj Mahal, Red Fort, Qutub Minar dan banyak karya penting lainnya yang mengundang kagum orang-orang masa kini. Kita berharap, dengan semakin semaraknya suasana Islam di India, kejayaan Islam pada masa kerajaan Mughal bisa dikembalikan.

Malang, 17 Oktober 2012

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response