Keutamaan Mereka Yang Menjaga Pandangan

Allah ta’ala dalam setiap perintah dan larangannya menyimpang makna yang luar biasa bagi makhluknya. Demikian juga dalam perintah Allah untuk menjaga pandangan. Allah ta’ala berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ إن الله خبير بما يصنعون .وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ …

Katakanlah kepada orang-orang mukmin, hendaknya mereka menjaga pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Sesunguhnya Allah mengetahui apa yang mereka lakukan. Dan katakanlah kepada wanita-wanita mukminah hendaknya mereka menjaga pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka (Q.S. Annur: 30-31)

Ternyata para ulama telah menyatakan bahwa ada banyak manfaat dan keutamaan yang Allah ta’ala berikan bagi mereka yang menjaga pandangannya dari perkara-perkara yang diharamkan. Di antara hal tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, menjaga pandangan merupakan salah satu jalan untuk masuk ke dalam surga. Dari Abi Amamah beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

اكفلوا لي بست أكفل لكم الجنة إذا حدث أحدكم فلا يكذب وإذا وعد فلا يخلف وإذا اؤتمن فلا يخن وغضوا أبصاركم واحفظوا فروجكم وكفوا أيديكم

Terimalah dariku enam hal maka aku menjamin untukmu surga, jika bicara salah satu dari kalian maka jangan berdusta, jika berjanji jangan mengingkari, jika dipercaya jangan berkhiatan, dan jagalah pandangan kalian, dan jagalah kemaluan kalian dan jaga tangan kalian (HR. Tabrani)

Kedua, mereka yang menjaga pandangan akan Allah ta’ala karuniakan lezatnya kemanisan iman. Manisnya iman ini melebihan kesenangan sesaat ketika mereka melemparkan pandangan pada perkara yang haram.

فإن من ترك شيئا لله عوضه الله عز وجل خيرا منه

Maka barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik darinya. (HR. Ahmad)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مامن مسلم ينظر إلى محاسن امرأة ثم يغض بصره إلا أخلف الله له عبادة يجد حلاوتها

Tidaklah seorang muslim melihat kebaikan pada seorang wanita kemudia ia menjaga pandangannya kecuali Allah akan menggantinya dengan ibadah yang ia rasanya manisnya (HR. Ahmad)

Ketiga, Allah akan mengaruniakan cahaya pada hatinya.

قال أبو شجاع الكرماني : من عمر ظاهره باتباع السنة وباطنه بدوام المراقبة وكف نفسه عن الشهوات وغض بصره عن المحارم واعتاد أكل الحلال لم تخطئ له فراسة

Abu Syuja’ Al Karamani mengatakan, siapa yang dhohirnya mengikuti Sunnah, dan bathinnya senantinya memunculkan perasaan diawasi oleh Allah, ia mencukupkan dirinya dari syahwat, menjaga pandangannya dari yang haram, dan ia hanya memakan makanan yang halal, maka tidak akan salah firasatnya.

Para ulama mengatakan, inilah maksud bahwa balasan itu tergantung dengan amalannya. Siapa yang menjaga pandangannya karena Allah, maka niscaya Allah akan berikan banyak kebaikan padanya, termasuk padanya berkaitan dengan firasat yang benar.

Bahkan menurut Muhammad bin Sa’id Al Waraqi, menjaga pandangan ini akan sangat berpengaruh terhadap ilmu dan dakwah yang dilakukan oleh seorang da’i. Ia mengatakan,

من غض بصره عن محرم أورثه الله بذلك حكمة على لسانه يهتدي بها سامعوه ومن غض نفسه عن شبهة نور الله قلبه نورا يهتدي به إلى طريق مرضاة الله

Barang siapa yang menjaga pandangannya dari perkara yang haram, maka Allah akan mewariskan padanya hikmah pada lisannya yang akan mendapatkan petunjuk orang yang mendengarkannya. Siapa yang menjaga dirinya dari syubhat, maka Allah akan memberikan cahaya pada hatinya yang akan menunjukkannya pada jalan yang diridhoi Allah.

Keempat, Allah akan membukan pintu ilmu untuknya, dan memundahkan baginya untuk memahami ilmu karena cahayanya yang sudah bercahaya.

Kelima, Allah ta’ala akan mewariskan pada hati mereka yang menjaga pandangan kesenangan dan kebahagiaan. Bahkan kebahagiaan ini jauh melebihi kesenangan sesaat yang dirasakan oleh mereka yang tidak bisa menjaga pandangannya.

Masih banyak sebenarnya keutamaan lainnya yang akan didapatkan oleh mereka yang menjaga pandangannya. Namun demikian untuk sementara kami cukupkan sampai di sini. Semoga Allah ta’ala menjadikan kita semua termasuk di antara orang-orang yang bisa menjaga pandangan. Aamin.

 

Malang, 26 September 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana dari Ilmu Hubungan Internasional UGM dan M.A Political Science, Jamia Millia Islamia dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Sedang menempuh PhD Political Science di Internasional Islamic University of Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response