Keutamaan Puasa Arafah

Besok adalah hari arafah, 9 Dzulhijah 1438 H. Pada hari ini disunnahkan untuk berpuasa bagi mereka yang tidak melaksanakan ibadah haji.

Dari Abi Qotadah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

صيام يوم عرفه أحتسب على الله أنه يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده

Puasa pada hari Arafah dihitung di sisi Allah ta’ala bahwa ia menggugurkan dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya (HR. Muslim)

Adapun mereka yang wukuf di Arafah dari mereka yang melakukan manasik, maka tidak disyariatkan bagi mereka untuk berpuasa, sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau berhaji.

Justru kalau ada mereka yang waktu haji berpuasa pada hari Arafah, maka mereka termasuk di antara kelompok yang menyelisihi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat. Abdullah bin Umar menceritakan,

لم يصمه النبي صلى الله عليه وسلم ولا أبو بكر ولا عمر ولا عثمان وأنا لا أصومه

Tidak berpuasa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak juga Abu Bakr, tidak juga Umar, Tidak juga Ustman, dan aku pun tidak berpuasa.

Kemudian para ulama membahas bahwa yang dimaksud dosa yang diampunkan pada puasa hari ini adalah dosa-dosa umum yang kecil. Adapun yang termasuk dosa besar, maka hanya akan diampunkan oleh Allah ta’ala jika pelakunya bertaubat kepada Allah ta’ala.

Hal ini sesuai dengan firman Allah ta’ala,

إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ

Jika kalian menjauhkan dari dosa besar dari apa yang dilarang, maka Kami ampunkan kesalahanmu (Q.S. Annisa:31)

Ayat ini senada dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان مكفرات ما بينهن إذا اجتنب الكبائر

Sholat yang lima waktu, dan jum’ah ke jum’ah, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, menjadi pengampun dosa di antara keduanya jika menjauhkan diri dari dosa-dosa besar (HR.Muslim)

Bahkan saking pentingnya puasa Arafah, para ulama mengatakan bahwa tidak masalah berpuasa Arafah meskipun belum mengqodho’ puasa Ramadhan pada tahun yang sama.

Oleh karena itu, mari kita berusaha untuk meraih keutamaan hari ini. Mudah-mudahan Allah ta’ala menguatakan kita untuk bisa menunaikan puasa pada hari Arafah. Aamiin.

 

Malang, 30 Agustus 2017

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response