Kita Semua pernah Jatuh Pada Dosa

Sebagai manusia yang merupakan anak cucu nabi Adam ‘alaihissalam, kita pasti pernah jatuh pada dosa. Kita bukanlah makhluk yang maksum. Kita lemah, sebagaimana halnya kakek kita yang juga jatuh pada dosa. Namun ketika melakukan dosa, Nabiyullah Adam ‘alaihissalam langsung memohon ampun dan bertaubat kepada Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كل بني آدم خطاء وخير الخطائين التوابون

Setiap anak cucu Adam pernah jatuh pada salah, dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan yaitu orang yang bertaubat (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Bahkan dosa yang kita lakukan sebenarnya menunjukkan besarnya kasih sayang Allah yang senantiasa membuka kesempatan makhluknya untuk bertaubat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لو لم تذنبوا لذهب الله بكم ولجاء بقوم يذنبون فيستغفرون فيغفر الله لهم

Jika kamu tidak pernah melakukan dosa, maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan dosa, kemudian mereka memohon ampunan kepada Allah dan Allah mengampunkan mereka. (HR.Muslim)

Oleh karena itu, bagi mereka yang pernah jatuh pada dosa, jangan sekali-kali berputus asa dari rahmat Allah. Betapa banyak mereka yang gagal bertaubat hanya karena penjara masa lalu mereka. Ada perasaan, apa pantas saya menjadi orang baik, padahal masa lalu begitu kelam?.

Hal ini tidak boleh muncul dalam diri kita, karena sesungguhnya Allah ta’ala telah berfirman,

قل يا عبادي الذين أسرفوا على أنفسهم لا تقنطوا من رحمة الله

Katakanlah, wahai hambaku yang telah melampaui batas atas diri mereka, jangan berputus asa dari rahmat Allah (Q.S. Azzumar: 53)

Harus muncul keyakinan dalam diri kita bahwa sesungguhnya pengampunan Allah amatlah luas. Di keheningan malam, hendaklah kita banyak berdo’a sendari mengangkat kedua tangan, menyesali semua dosa yang telah kita lakukan.

Munculkan penyesalan atas dosa tadi, dan rasakan bagaimana hati menjadi sempit karena karat yang disebabkan dosa. Bayangkan dosa yang dilakukan seakan gunung yang tinggi di depan mata yang sewaktu-waktu bisa menghancurkan kita. Karena itu, tidak ada jalan lain kecuali harus banyak berbuat baik.

Ia juga yakin bahwa jika taubat dilakukan dengan benar, maka pengampunan Allah pun akan datang. Allah ta’ala berfirman,

إن ربك واسع المغفرة

Sesungguhnya Rabbmu memuncunya pengampuan yang luas (Q.S. An-Najm: 32)

Selain itu, tentu seorang yang melakukan dosa, akan berusaha untuk menghindari sekecil apapun dosa. Ia khawatir bahwa perkara yang kecil ini boleh jadi besar di sisi Allah. Allah ta’ala berfirman,

وتحسبونه هيناً وهو عند الله عظيم

Kalian mengira ia kecil padahal di sisi Allah adalah besar (Q.S. Annur: 15)

Oleh karena itu, setiap apapun kesalahan yang pernah ia lakukan, segera dihentikannya. Allah menggambarkan beginilah keadaan orang-orang yang bertaqwa,

ولم يصروا على مافعلوا

Dan tidak meneruskan atas (kesalahan) yang telah mereka lakukan (Q.S.Al Imran: 135)

Semoga kita semua, meskipun pernah jatuh dalam dosa, segera bertaubat, dan istiqomah di atas ketaatan sampai ajal datang menjempun. Aamiin.

 

IIUM Library, 26 November 2018

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

 

 

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana Ilmu Politik (S.IP) dari Ilmu Hubungan Internasional UGM, M.A Political Science, Jamia Millia Islamia, dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Menyelesaikan jenjang PhD Political Science dari International Islamic University Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Bekerja sebagai Associate Professor di Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

Leave a Response