Klaim Kebenaran Islam??

Akhir-akhir ini ada banyak gerakan yang mengkritik Islam karena dinilai sebagai agama yang ekstrim dan merasa sebagai agama paling benar. Ironisnya, tidak sedikit dari mereka yang juga merupakan umat islam yang dikenal sebagai kalangan intelektual.

Menurut mereka, islam seharusnya bisa membaur dan menempatkan diri sama seperti agama lain. Maka dengannya perlu diadakan sejenis doa bersama, ibadah bersama, dan seterusnya. Yang intinya adalah bahwa semua agama itu baik dan benar.

Pertanyaanya, apakah memang benar ajaran islam yang merasa sebagai agama yang paling benar merupakan suatu kesalahan dan menyebabkan munculnya ketidakharmonisan dalam hubungan beragama sehingga umat islam harus merubah keyakinannya?


Melalui tulisan ini kami menyadur tulisan Syaikh Utsaimin berkaitan dengan pemahaman islam terhadap ajarannya.

Beliau menulis, Islam adalah agama yang dengannya Allah mengutus nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam sebagai agama terakhir dan penyempurna agama-agama sebelumnya. Dan tidak ada agama lain yang diterima oleh Allah kecuali agama ini sebagaimana Allah berfirman,

ما كان محمداَ أبا أحد من رجالكم و لكن رسول الله و خاتم النبيين

Bukanlah Nabi Muhammad itu bapak dari salah seorang diantara kalian tetapi ia adalah rasul Allah dan nabi terakhir. (Q.S.-Al-ahzab:40)

Dan kesempurnaan agama ini terlihat dari firman Allah,

اليوم أكملت لكم دينكم و أتممت عليكم نعمتى و رضيت لكم الإسلام دينا

Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah kucukupkan nikmatku atasmu dan telah kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.

Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman,

إن الدين عند الله الإسلام

Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam (Q.S.Al-Imran:19)

Oleh karenanya kita dilarang untuk mencari agama selain islam,

و من يبتغى غير الإسلام دينا فلن يقبل منه و هو فى الآخرة من الخاسرين

Barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agamanya maka tidaklah akan diterima darinya, dan di akhirat ia menjadi orang yang merugi. (Q.S.Al-Imran:85)

Allah juga berfirman,

قل يا أيها الناس إنى رسول الله إليكم جميعا الذى له ملك السموات و الأرض لا إله إلا هو يحى و يميت ، فآمنوا بالله و رسوله النبى الأمى الذى يؤمن بالله و كلماته و أتبعوه لعلكم تهتدون

Katakanlah, wahai manusia sesungguhnya aku adalah rasul Allah kepada kalian semuanya, yang atasnya kekuasaan di langit dan di bumi, tidak ada tuhan selain-Nya, yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kepada Allah dan rasul yang ummi yang ia beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah ia agar kamu mendapatkan petunjuk. (Q.S.Al-A’raf:158)

Dalam hadits sahih muslim disebutkan, bahwa diriwayatkan dari Abu Hurairah, rasulullah bersabda,

و الذى نفس محمد بيده لا يسمع بى أحد من هذه الأمه يهودى ولا نصرانى ، ثم يموت و لم يؤمن بالذى أرسلت به إلا كان من أصحاب النار

Atas nama Allah yang jiwa nabi Muhammad di dalam genggamannya, tidak ada diantara umat Yahudi dan Nasrani yang mendengar tentangku, kemudian mereka mati tanpa beriman dengan apa yang aku diutus atasnya (tauhid) kecuali mereka menjadi penghuni neraka.

Dalam hal ini keislaman tidak hanya sekedar persoalan keyakinan di hati, tetapi juga harus ditunjukkan dengan lisan dan perbuatan. Hal ini pula mengapa paman rasulullah Abu Talib tidak termasuk di antara bagian orang islam meskipun ia menyakini dihatinya akan kejujuran dan kemuliaan akhlak rasulullah.

Begitu juga tidak sempurna keislaman seseorang yang hanya sekedar ucapan, tetapi hatinya tidak memiliki keyakinan akan kebenaran agama ini, atau tidak menunjukkan amalan sebagai seorang muslim sebagaimana dituntunkan dalam Al-quran dan sunnah.

Mereka yang mengucapkan iman tetapi hatinya mengingkari disebut munafik. Sementara orang-orang yang tidak melaksakan ajaran islam dengan baik termasuk dari orang-orang yang fasik.

Demikianlah islam menyeru pengikutnya untuk masuk ke dalam agama ini secara kaffah. Perbuatan orang-orang islam yang tidak mencerminkan ajaran islam justru sering memunculkan stigma yang jelek terhadap islam bagi kalangan yang belum mengenal bagaimana ajaran islam yang sesungguhnya.

Sungguh, agama ini adalah agama yang penuh rahmat, agama yang berlaku dan sesuai untuk sepanjang masa, semua tempat dan bangsa. Allah berfirman,

و أنزلنا إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه من الكتاب و مهيمنا عليه

Dan telah kami turunkan kepada-Mu kitab dengan haq, yang membenarkan kitab-kirab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya (Q.S.Almaidah:48)

InsyaAllah jika memang kita melaksanakan ajaran islam dengan sesungguhnya, maka Allah akan meninggikan dan menjamin kejayaan bagi kita sebagaimana firman-Nya

هو الذى أرسل رسوله بالهدى و دين الحق ليظهره على الدين كله و لو كره المشركون

Allahlah yang telah mengutus rasul dengan petunjuk dan agama yang benar, untuk memenangkan di atas segala agama meski pun orang-orang musyrik membencinya. (Q.S.As-shof:9)

Maksudnya kita benar-benar berpegang kepada prinsip akidah dan syariat islam sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan rasul, seperti,

  1. Benar dalam bertauhid dan terhindar dari perbuatan syirik
  2. Jujur dan menjauhi sekecil apapun sifat bohong
  3. Berlaku adil dan menghindari sikap yang keras
  4. Selalu berpihak kepada kebenaran
  5. Berlaku baik dan berbakti kepada kedua orang tua
  6. Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan tetangga meskipun berbeda agama,dll.

Intinya bahwa seorang muslim harus mempunyai sikap moral yang baik dan selalu berpihak kepada kebenaran, sebagaimana Allah berfirman,

إن الله  يأمر بالعدل و الإحسان و إيتاء ذى القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر و البغى يعظكم لعلكم تذكرون

Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berlaku adil dan baik, memberikan bantuan kepada kerabat, dan menghindari perbuatan keji, mungkar, dan permusuhan agara kamu mengambil pelajaran. (An-nahl:90)

Maka dari penjelasan di atas terlihat bahwa seruan islam tadi tidak bermakna paksaan bahwa semua orang harus masuk islam, melainkan lebih sebagai informasi yang Allah wahyukan melalui rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam.

Jika pun umat agama lain tidak masuk ke dalam islam, maka islam pun tetap mengajarkan moralitas yang baik sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat dan hadist lainnya serta telah dicontohkan oleh rasul dalam sejarah hidup beliau selama mereka tidak memusuhi dan memerangi kaum muslimin.

Ayat-ayat dan hadits ini merupakan keyakinan umat islam yang agama lain juga mempunyai keyakinan yang sama bahwa agama merekalah yang paling benar. Oleh karena itu, justifakasi bahwa umat islam harus merubah keyakinannya tidak seharusnya terjadi.

Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk memahami islam dan masuk ke dalam agama ini secara kaffah, baik keyakinan, lisan maupun berbuatan yang diwarnai nilai-nilai moral yang baik. Allahu a’lam.

Delhi, 3 April 2011

Leave a Response