Manfaat Keimanan

Keimanan merupakan hal mendasar yang perlu dikuatkan oleh seorang hamba. Dan tidak ada keimanan yang mantap tanpa didasari oleh landasan ilmu yang kuat. Karenanya, seorang manusia wajib mengenal Rabb yang telah menciptakannya di atas dasar ilmu, ia wajib mengenal rasulullah sholallahu’alaihi wassalam yang telah diutus dengan mengimani ajaran yang telah dibawanya dengan penuh keyakinan.

Ia juga perlu memahami hakikat penciptaan dirinya di atas dunia ini sebagai hamba yang menyembah kepada Allah. Karenanya tidak ada pilihan kecuali hendaknya memahami agama ini dengan dalil dari Al-qur’an dan sunnah.

Beberapa kewajiban di atas merupakan perintah Allah dalam banyak ayat, di antaranya adalah firman Allah ta’ala,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang haqq disembah) kecuali Allah (Q.S. Muhammad:19)

Dari ayat di atas, Allah memerintahkan kita untuk mentauhidkan Allah, membenarkan keyakinan kita. Dan dasarnya adalah kata فَاعْلَمْ yang bermakna ketakuilah. Artinya tauhid yang kuat harus dibangun atas dasar ilmu, pemahaman dan pengenalan yang benar terhadap Allah, pengenalan terhadap rasulullah, dan pemahaman terhadap agama Islam ini berdasarkan dalil yang shohih.

Ketika keimanan sudah dibangun dengan kuat seperti ini, maka akan terdapat beberapa manfaat, baik di dunia maupun di akhir, bagi pemilik keimanan tadi. Di antara manfaat tersebut antaralain,

Pertama, Allah akan memberikan pertolongan kepada mereka. Hal ini sebagaimana firman Allah,

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan bagian kami memberikan pertolongan terhadap orang-orang yang beriman (Q.S. Ar-ruum:47)

Kedua, Allah menjadi pemimpin bagi orang-orang yang beriman,

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا

Allah adalah pemimpin bagi orang-orang yang beriman (Q.S.Al Baqarah:257)

Maka siapa lagi yang paling baik daripada mereka yang Allah menjadi pemimpin baginya?

Ketiga, Allah memberikan hidayah kepada mereka yang beriman. Allah berfirman,

وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آمَنُوا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan sesungguhnya Allah memberikan hidayah kepada orang-orang yang beriman menuju jalan yang lurus. (Q.S.Al Hajj:54)

Dan tidak ada seorang pun yang tersesat ketika Allah ta’ala telah memberikan hidayah kepadanya.

Keempat, Allah berikan kepada mereka rezeki yang baik, penuh keberkahan baik dari langit maupun bumi. Allah ta’ala berfirman

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنْ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

Jika saja penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, maka kami bukakan pada mereka keberkahan dari langit dan bumi. (Q.S.Al A’raf:96)

Kelima, Allah berikan kepada mereka kemuliaan.

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ

Dan bagi Allah kemuliaan, dan bagi rasulnya dan orang-orang yang beriman.

Keenam, ia akan diberikan kehidupan yang baik oleh Allah ta’ala,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً

Barang siapa yang beramal baik dari laki-laki maupun wanita, dan ia beriman, maka akan kami berikan kepada mereka kehidupan yang baik. (Q.S.An Nahl:97)

Belum lagi berbagai kemuliaan di akhirat yang jauh lebih baik, seperti nikmat sorga yang akan diberikan kepada mereka. Misalnya firman Allah ta’ala,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ خَالِدِينَ فِيهَا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, bagi mereka sorga yang penih kenikmatan, mereka kekal di dalamnya, dan janji Allah adalah benar, sungguh ia maha kuat dan maha bijaksana. (Q.S. Luqman:8-9)

Untuk pembahasan detail, insyaAllah akan disampaikan di lain kesempatan. Kita memohon kepada Allah semoga diberikan keimanan dan keistiqomahan di atas kebenaran. Aamiin.

 

Yogyakarta, 7 April 2013

Dinukil dari kitab al burhan, syarhu kitabil imani, mu’alaif Abdul Majid bin Aziz al Zandani

 

 

 

 

 

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response