Memiliki Hati Yang Terpuji

Dari Ibn Amru Radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خير الناس ذو القلب المحموم واللسان الصادق

Sebaik-baik manusia adalah yang hatinya terpuji dan lisannya jujur. (HR. Ibnu Madjah)

Dari hadits ini maka bisa dipetik kesimpulan bahwa ada dua hal yang bisa membuat manusia terjadi orang yang terbaik, yaitu ketika hatinya terpuji dan lisannya jujur.

Pada perkara pertama berkaitan dengan hati, maka para ulama sudah menjelaskan bahwa hati adalah perkara penting yang perlu diterangi dengan cahaya iman dan ketaqwaan. Bahkan hati ini posisinya seperti raja bagi anggota tubuh yang lainnya.

Apapun yang menjadi perintah hati, niscaya akan tergambar dari amalan perbuatan kita. Karenanya jika hati sudah selamat maka akan selamat pula semua amalan kita, tetapi jika sudah rusak maka rusak pula semuanya.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ألا وإن في الجسد مضغه، إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي القلب

Ketahuilah bahwa sesungguhnya pada jasad ada segumpal daging, jika baik maka akan baik semua jasadnya. Namun jika rusak maka akan rusak seluruh anggota tubuhnya. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (HR. Muslim)

Hati ini merupakan gambaran amalan batin yang akan menggerakkan amalan lahiriah. Makanya ketakwaan dan keimanan seseorang dimulai dari hatinya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam suatu hari pernah bersabda,

التقوى هاهنا التقوى هاهنا .. وأشار إلى صدره

Ketakwaan itu di sini, ketakwaan itu di sini dan beliau menunjuk ke dadanya (HR. Muslim)

Dengan kondisi hati yang sangat penting ini, perlu bagi kita untuk senantiasa membersihkan hati kita. Mengobatinya jika terkena penyakit sehingga menjadi hati yang bersih dan selamat. Dengan hati yang seperti inilah insyaAllah kita akan mendapatkan keselamatan bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat nanti.

Allah ta’ala berfirman,

يوم لا ينفع مال ولا بنون إلا من أتى الله بقلب سليم

Pada hari ketika tidak lagi bermanfaat harta benda dan anak-anak kecuali mereka yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat (Q.S. Assyu’ara:88-89)

Untuk mendapatkan hati yang selamat ini, Ibrahim Al Hiwash pernah mengatakan

دواء القلب في خمسة أشياء: قراءة القرآن بالتدبر، وخلاء البطن، وقيام الليل، والتضرع عند السحر، ومجالسه الصالحين

Obat bagi hati itu adalah pada lima perkara, membaca alquran dengan tadabbur, mengosongkan perut (banyak berpuasa, sholat malam, banyak memohon saat sahur dan bermajelis dengan orang-orang sholeh (سير أعلام النبلاء / الذهبي ج 8 ص 122)

Orang-orang yang terbiasa dengan beberapa hal tersebut insyaAllah menjadi tanda bersihnya hati mereka. Dengan amalan di atas hati mereka akan semakin bersih dan dengan kebersihan hati berbagai amalan di atas terasa nikmat.

Sebaliknya, mereka yang banyak melakukan dosa, maka niscaya dosa itu akan menjadi racun bagi hati yang akan membuatnya semakin lemah, sakit bahkan mati. Akibatnya ia susah merasakan lezatnya beribadah kepada Allah ta’ala.

Dzunnun Al Misri pernah mengatakan bahwa racun pada tubuh itu adalah kelaparan dan racun pada hati adalah dosa. Sebagaimana tubuh yang keracunan tidak bisa merasakan nikmatnya makanan, maka demikian pula dengan hati yang penuh dosa tidak bisa merasakan manisnya ibadah (سير أعلام النبلاء / الذهبي ج 8 ص 122)

InsyaAllah untuk makna kedua berkaitan dengan lisan yang jujur akan kita bahas pada kesempatan berikutnya. Kita berdoa kepada Allah ta’ala semoga kita semua diberikan oleh Allah ta’ala hati yang terpuji. Aamin.

 

Malang, 23 April 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response