Mengenali Kesyirikan dan Makna Wasilah

Segala puji hanya bagi Allah. Salawat dan salam atas rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam, keluarga, sahabat dan pengikutnya.

Pada hari ini kembali kami menyadur jawaban dari Syaikh bin Baz ketika beliau pernah ditanya, apa makna syirik dan bagaimana tafsir ayat,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Wahai orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan dan carilah wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya dan bersungguh-sungguhlah dijalan-Nya, agar kamu beruntung.(Q.S.Al-Maidah:35)

Maka syaikh menjawab, syirik maknanya menyekutukan Allah dalam hal ibadah, seperti menyembah kepada patung, berdoa dan bernazar atasnya, atau sholat, puasa, berkorban, untuk patung tadi, atau seseorang seperti mencari karamah dari syaikh abdul kadir, dan sejenisnya. Maka semua hal seperti ini termasuk perbuatan syirik.

Semua perbuatan yang dimaksudkan sebagai ibadah kepada makhluk baik dari manusia atau jin, atau mereka yang sudah meninggal, maka dengan jelas perbuatan tersebut termasuk kesyirikan kepada Allah.

Allah subhanahu wata’ala berfirman,

ذَلِكَ هُدَى اللّهِ يَهْدِي بِهِ مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Demikianlah petunjuk Allah, diberikan petunjuk mereka yang dikehendakinya dari hamba-Nya. Seandainya mereka menyekutukan Allah, maka hapuslah apa-apa yang telah mereka lakukan.(Q.S.Al-An-am:88)

Dalam ayat lain Allah berfirman,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Maka sungguh telah kami wahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu, jika engkau menyekutukanku maka hapuslah semua amalanmu, dan engkau menjadi orang yang merugi.(Q.S.Az-Zumar:65)

Dan syirik juga mereka yang meniadakan wujud Allah dengan mengatakan, Allah itu tidak ada atasnya eksistensi, tidak bertempat, sehingga mereka mengingkari wujud Allah, maka hal ini termasuk kesyirikan dan kesesatan yang nyata. Apalagi dengannya mereka menyesatkan manusia..

Maka tidak sedikit diantara manusia yang karena kebodohannya dalam memahami agama ini, menyebutkan bahwa berdoa kepada yang sudah mati atau beristighosah atasnya dan menjadikannya sebagai wasilah sebagai ketaatan kepada Allah. Maka hal ini jelas merupakan kesalahan yang nyata, karena ketika Allah berfirman,

اتَّقُواْ اللّهَ وَابْتَغُواْ إِلَيهِ الْوَسِيلَةَ

Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah menuju-Nya.(Q.S.Al-Maidah:35)

Maka makna ayat ini adalah bahwa wasilah tersebut berarti semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaatan. Dan inilah wasilah yang benar yang dilakukan dan disepakati oleh semua ahli ilmu.

Sholat misalnya adalah ketaatan kepada Allah, maka sholat merupakan wasilah. Demikian pula dengan korban dan berpuasa shodakoh, berzikir, membaca alquran, tentu saja dengan niat karena Allah, karena Allah berfirman diakhir ayat tadi,

وَجَاهِدُواْ فِي سَبِيلِهِ

Dan bersunguh-sungguhlah dijalannya.

Semua ulama tafsir seperti Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, dan ulama lainnya, sepakat bahwa maknanya bahwa seorang hamba harus benar-benar mendekatkan diri kepada Allah dengan ketaatan dimana pun dan dalam keadaan apapun seorang hamba.

Inilah yang juga Allah firmankan dalam ayat-Nya,

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ

Mereka yang mereka seru itu, mencari wasilah menuju Tuhan, siapa diantara mereka yang paling dekat. (Q.S.Al-Isra’:57)

Allah juga berfirman,

وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ

Mereka mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya.(Q.S.Al-Isra’:57)

Demikianlah wasilah yang dibenarkan, yaitu mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan berbagai ketaatan seperti jihad, puasa, sholat, zikir, membaca alquran dan sejenisnya.

Sementara sangkaan sebagian manusia bahwa mereka berwasilah dengan sesuatu yang sudah mati, dengan beristighotsah, bernazar atas mereka, maka ini jelas kesalahan dan kebatilannya. Dan ini adalah perbuatan orang-orang musyrik.

Mereka adalah orang-orang yang Allah firmankan,

: وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاء شُفَعَاؤُنَا عِندَ اللّهِ

Mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak memberikan mudhorat dan manfaat kepada mereka, dan mereka mengatakan merekalah yang akan memberikan syafaat kepada kami disisi Allah.(Q.S.Yunus:18)

Ini adalah perbuatan orang-orang musyrik, berdoa kepada Sesuatu yang sudah mati, bersekutu dengan jin, memohon kepada malaikat, dan menjadikan semuanya sebagai wasilah untuk menyembah Allah. Maka Allah berfirman,

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاء مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى

Mereka yang mengambil selain-Nya sebagai pemimpin berkata, tidaklah kami menyembah mereka kecuali untuk mendekatkan kami kepada Allah semata.(Q.S.Az-Zumar:3)

Allah juga berfirman,

: إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

Sesungguhnya Allah menghukumi diantara mereka dari apa yang mereka perdebatkan. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki mereka yang pembohong lagi engkar. (Q.S.Az-Zumar:3)

Mereka dikatakan sebagai pembohong karena mereka mengatakan perbuatan tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka juga mengatakan bahwa demikianlah Allah memerintahkan mereka. Padahal tidaklah yang mereka lakukan kecuali hanya dugaan dan keinginan nafsu mereka semata. Maka mereka berbohong dalam ucapannya dan kafir dalam perbuatannya.

Apa yang mereka lakukan, tidaklah mendekatkan tidaklah mendekatkan mereka kepada Allah, malah membuat membuat mereka semakin jauh.

Sungguh apa yang mereka lakukan menyelesihi banyak ayat-ayat Allah diantaranya,

فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ

Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. (Q.S.Az-Zumar:2)

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan. (Q.S.Al-Fatihah:5)

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah kecuali Ia.(Q.S.Al-Isra’:23)

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاء

Dan tidaklah kalian diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dan mengikhlaskan diri untuk agama sepenuhnya. (Q.S.Al-Baiyinah:5)

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

Ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.(Q.S.Muhammad:19)

Semoga kita semua senantiasa dalam bimbingan Allah sehingga melakukan sebenar-benar ketaatan sesuai dengan yang yang telah Allah syariatkan.

 

Delhi, 5 April 2011

http://www.binbaz.org.sa/mat/21588

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response