Menjadi Pejuang

Begitu penting arti hidup seorang pejuang. Setiap bangsa pasti mempunyai pejuang. Para pejuang adalah mereka yang merelakan hidupnya karena menginginkan kebaikan bagi orang lain. Tidak persoalan apa yang akan terjadi.  Meskipun nyawa menjadi taruhan.

Bagi mereka hidup keseluruhannya adalah perjuangan. Diperlukan kerja keras dan kesungguhan. Bukan kesengsaraan yang akan didapatkan. Justru  dengan perjuangan keindahan hidup dapat dirasakan.

Merekalah para pejuang yang tidak lagi takut dengan berbagai ancaman. Yang  mereka takuti adalah ketika perjuangan yang dilakukan tidak lagi dengan sepenuh keikhlasan hati. Dan ini bukan hal  mudah.

Terlalu banyak godaan bagi seorang pejuang. Harta, tahta dan wanita membuat perjuangan semakin sulit. Bagaimana pun juga pejuang adalah manusia biasa. Namun mereka tetap berusaha sekuat mungkin untuk bertahan. Godaan menjadikan diri semakin matang dan kuat  dalam berjuang.

Para pejuang adalah mereka yang sadar betul bahwa kehidupan ini hanyalah permainan singkat. Orientasi yang ingin mereka gapai adalah kehidupan hakiki.

Oleh karena itu, tidak mungkin seorang pejuang merelakan jiwanya merana dalam kehampaan. Harapan dari perjuangan menguatkan langkah seberat apapun rintangan yang dihadapi.

Para pejuang tahu bahwa mereka bukanlah satu satunya generasi yang pernah berjuang. Para pembawa risalah kebaikan selalu ditentang oleh kelompok yang tidak menyukai gerak mereka.

Ini mesti terjadi. Bagaimana dan dimanapun mereka berjuang. Bahkan tidak jarang orang paling dekat menjadi penentang yang paling keras.

Nabi Nuh, beliau menghadapi tantangan dari anaknya sendiri. Nabi Ibrahim berjuangan berhadapan dengan sang ayah. Nabiyullah Luth harus meninggalkan istri yang tidak taat, begitu juga dengan Rasulullah SAW. Keluarga beliau dari kalangan bani Qurais banyak yang menentang, termasuk paman beliau Abu Lahab.

Demikianlah perjuangan dilalui. Banyak pengorbanan yang harus diberikan. Seorang pejuang bukanlah mereka yang dilahirkan lantas tiba – tiba menjadi pejuang.

Karakter sang pejuang terbentuk melalui proses panjang hingga menjadi pribadi kuat. Ia biasa hidup dalam kesulitan. Tekanan seberat apapun tidak akan menjadikan langkahnya surut. Pejuang tahu persis hal ini.

Maka adalah wajar ketika tidak semua orang dapat menjadi pejuang. Para pejuang hanyalah mereka yang berani berada di garis yang benar berapa banyak pun orang bersamanya. Kesendirian bukan persoalan bagi pejuang sejati.

Sang pejuang terbentuk jiwanya dalam bingkai keyakinan. Ia percaya bahwa tidak mungkin dirinya dibiarkan begitu saja oleh kekasih jiwa. Perjuangan yang dilakukan bukan kesia – siaan. Janji pertemuan agung membuat semangat semakin berkobar.

pejuang sejati …dengan senyum menikmati hidup dalam derita

pejuang sejati mereka yang mengerti makna hidup yang sebenarnya!!”

Adakah diantara kita seorang pejuang sejati??. .Semangat dan jadilah pejuang!!!

(Yogyakarta, Mei 2005)

Leave a Response