Obama dan Dunia Islam

Tulisan saya yang ada di http://immcabangbskm.wordpress.com/2010/11/20/obama-dan-dunia-islam/

 

“Jihad mempunyai makna yang banyak dalam Islam sesuai dengan interprestasi yang berbeda, tapi saya akan mengatakan bahwa pertama Islam adalah salah satu agama terbesar di dunia. Lebih dari satu milliar orang menganut Islam dan sebagian besar dari mereka memahami Islam sebagai agama yang cinta damai, jujur dan toleran. Saya kira semua kita memahami bahwa agama yang besar ini dirusak oleh sebagai kecil kelompok ekstremis dengan tindakan kekerasan”.

Demikianlah jawaban presiden Obama yang dimuat koran The Hindu, November 7, 2010 ketika menjawab pertanyaan siswa di St.Xavier college Mumbai tentang Islam, jihad dan terorisme dalam kunjungannya ke India.

Dari pernyataan ini, kita melihat bahasa yang menginginkan perdamaian dunia keluar dari sosok seorang Obama. Berbeda, dengan G.W Bush yang begitu arogan, misalnya dengan pernyataannya setelah serangan 11 September 2001, “Either you are with us, or you are with the terrorists.” Artinya anda bersama kami, atau anda bersama terrorist.

Kita menunggu komitmen dan konsistensi Obama dari pernyataannya. Dengan tegas Obama menyebut Islam sebagai agama yang damai, jujur dan tolerans. Hanya saja Islam kemudian “dirusak” citranya oleh sekelompok kecil kaum ekstremis.

Jika memang demikian adanya, maka sudah seharusnya kebijakan politik luar negeri Amerika tidak lagi dengan standar ganda (double standard) ketika berhadapan dengan dunia Islam. Kasus Palestine, Afghanistan dan Irak menjadi bukti hal ini.

Karena kepentingan nasionalnya, Amerika membiarkan kesewenang-wenangan bangsa Israel di tanah Palestine. Amerika paling tidak diuntungkan dengan dua hal, pertama, seperti halnya bangsa eropa, mereka terbebas atau paling tidak bisa meminimalisir politik domistik mereka dari tingkah bangsa yahudi yang suka membuat ulah.

Kedua, kondisi tidak aman di timur tengah bisa menjadi sarana efektif untuk menjual senjata dan melakukan intervensi yang dibalut dengan istilah “intervensi kemanusiaan”.

Dalam kasus Irak misalnya, hanya karena ingin menumbangkan kekuasaan Saddam Hussein yang otoriter dan memusnahkan senjata pemusnah massal yang sampai sekarang tidak terbukti, tentara Amerika dan sekutunya menginvasi negeri seribu satu malam itu. Sampai sekarang Irak tidak mempunyai masa depan yang jelas karena konflik etnis dan sektarian yang berkepanjangan.

Pergolakan terus berlangsung bahkan telah menelan lebih dari satu juga korban jiwa dan sekitar lima juta pengungsi. Jauh lebih besar dibandingkan korban peristiwa Kirkuk yang “hanya” menelan 30.000 – 60.000 korban jiwa yang dikomandoi oleh Saddam Hussein. Padahal dengan peristiwa itu pula Saddam Hussein disebut sebagai pelanggar HAM paling berat.

Amerika juga dicurigai ingin menguasai timur tengah secara keseluruhan karena beberapa Negara teluk lainnya memang tidak sekeras Saddam Hussein dalam menentang kehadiran Amerika, bahkan mereka bekerja sama.

Dalam konteks geopolitik dikenal istilah heartland theory, yang intinya adalah jika ingin menguasai dunia, maka kuasailah Eropa, dan anda tidak pernah bisa menguasai eropa tanpa menguasai timur tengah. Eropa adalah lambang kemajuan teknologi, sementara timur tengah adalah wilayah yang paling kaya dengan minyak.

Jika Amerika bisa menguasai timur tengah, maka kekuasaannya untuk menjadi hegemon dunia nyaris tercapai.

Begitu juga dengan peristiwa Afghanistan, peristiwa tidak masuk akal pun terjadi. Hanya untuk menangkap seorang Osama bin Laden, masyarakat Afghanistan harus menanggung penderitaan berkepanjangan dengan invasi yang dilakukan Amerika.

Semua peristiwa tersebut, memang terjadi pada mas George.W Bush yang berasal dari partai republik. Hanya saja realitanya, setelah hampir dua tahun menjadi presiden Amerika, Obama belum melakukan perubahan signifikan.

Kasus Israel Palestina masih seperti dulu. Tentara Amerika di Irak juga belum ditarik, kalau pun ada justru dipindahkan ke Afghanistan. Padahal, dalam berbagai pernyataannya, Obama menunjukkan sikap yang sangat simpatik dan moderat terhadap umat Islam.

Kita berharap, pernyataan ini tidak hanya sekedar politik pencitraan belaka. Melainkan akan segera diikuti dengan langka nyata.

Apalagi, beberapa waktu yang lalu, Obama telah melakukan kunjungan ke Indonesia. Negara tempat ia pernah dibesarkan. Tempat ia pernah sekolah. Negara yang dihuni oleh mayoritas penduduk muslim dunia.

Kita hanya bisa menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan Obama selanjutnya?.#

New Delhi, 8 November 2010

Leave a Response