Pendidikan India dan New Global Power

Tulisan ini dimuat dalam buletin Atase Pendidikan KBRI New Delhi Edisi I, ditampilkan di blog dengan harapan agar bisa berbagi informasi bagi teman-teman yang belum bisa mendapatkan buletin tersebut


Beberapa dasawarsa yang lalu, kondisi India tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Bahkan tidak sedikit yang menilai bahwa Indonesia jauh lebih baik daripada India dalam  berbagai aspek, termasuk dalam hal pendidikan dan pembangunan ekonomi.

Apalagi diera 80-an Indonesia sudah berhasil menjadi negara swasembada beras. Masa itu seringkali disebut sebagai era tinggal landas pembangunan. Hal ini sebagai indikasi bahwa Indonesia akan segera merubah statusnya dari Negara berkembang menjadi Negara maju.

Kondisi tersebut misalnya bisa juga dilihat dari “keberanian” Indonesia untuk memproduksi berbagai karya anak negeri seperti pesawat terbang melalui IPTN. Bahkan waktu itu program mobil nasional pun sudah dipublikasikan sampai ke berbagai pelosok negeri.

Sementara India, dalam berbagai berita yang disiarkan di televisi Indonesia tidak lebih dari negara yang selalu dilanda konflik dengan Pakistan, mengalami banyak masalah kependudukan, kemiskinan, dan sebagainya.

Hanya film-film India dengan tarian dan lagunya yang khas yang pada waktu itu sering menjadi hiburan masyarakat Indonesia.

Titik Balik Perubahan

Kondisi di atas tidak lebih dari masa lalu. Keadaan Indonesia dan India sekarang sudah mengalami perubahan signifikan. Indonesia ”terhambat” untuk meraih mimpinya, sementara India berlari begitu cepat, sampai-sampai dijuluki sebagai ”the emerging power of Asia” atau bahkan ”the new emerging of global power”.

Pada waktu terjadi krisis ekonomi 1998, Indonesia mengalami masalah yang sangat serius. Nilai rupiah menjadi begitu rendah jika dikonversi dengan dollar amerika, utang luar negeri membengkak, dan berbagai proyek strategis negara seperti IPTN pun terpaksa ”dihentikan”.

Kondisi tersebut jauh berbeda dengan India. Justru sejak pasca runtuhnya Uni Soviet, India melakukan berbagai perubahan kebijakan strategis untuk memperbaiki masa depan bangsa. Peningkatan kualitas SDM dilakukan secara optimal untuk mengembangkan berbagai sektor.

Sebagai hasilnya, India kini sudah berhasil menjadi negara yang cukup disegani dunia. India sudah mempunyai senjata nuklir, mempunyai lebih dari 500 ribu doktor, melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, terutama dibidang transportasi dan berhasil meraih tingkat pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 9 %.

Pendidikan Kunci  Kekuatan India

Perubahan India dari Negara yang berkembang menjadi Negara yang cukup disegani di dunia Internasional tidak terjadi dalam satu malam. Hal ini merupakan hasil kerjasama yang harmonis antara pemerintah dan rakyat terutama dalam meningkatkan kualitas SDM mereka melalui sektor pendidikan.

Pemerintah semaksimal mungkin memberikan akses pendidikan murah dan berkualitas yang seluas-luasnya kepada masyarakat, dan rakyat pun bekerja keras untuk memperbaiki nasib diri dan bangsa mereka.

Bagi sebagian besar siswa dan mahasiswa India yang memang jumlah penduduknya sangat padat, keseriusan dalam belajar merupakan kunci untuk meraih masa depan yang lebih baik. Jika mereka tidak serius belajar, maka kesulitan hidup sudah menanti di depan mata.

Oleh karena itu, ketika usia muda, mereka berlomba-lomba untuk menyelesaikan pendidikan sampai ke jenjang yang paling tinggi sekali pun. Hingga tidak heran pada usia 25 atau 26 tahun banyak diantara mereka yang sudah menjadi doktor.

Di sisi lain, kualitas pendidikan India yang sudah diakui dunia Internasional mampu memberikan bekal yang cukup bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan mapan yang mereka inginkan, baik di dalam maupun luar negeri.

Lebih dari itu, pendidikan di India tidak hanya sekedar urusan ilmu pengetahuan, melainkan juga nilai hidup. Eksistensi Mahatma Gandhi sebagai tokoh nasional di India memberikan pengaruh signifikan. Kesederhanaan hidup Gandhi begitu melekat dalam keseharian hidup masyarakat India.

Para pejabat misalnya, mereka hanya akan menggunakan kendaraan, pakaian dan fasilitas kantor lainnya yang sederhana. Sedapat mungkin barang-barang tersebut merupakan produk dalam negeri. Sampai-sampai jika belum pernah bertemu atau datang ke India, mungkin kita sulit percaya bahwa mereka adalah para pejabat di India.

Akan tetapi demikianlah kehidupan masyarakat India. Mereka ”malu” jika harus berpenampilan lebih mewah dari founding father bangsa mereka. Bagi mereka, yang lebih penting adalah persoalan substansi dalam upaya membangun kesejahteraan masyarakat yang adil dan merata. Tauladan yang baik dari para pejabat pun bisa dengan mudah diikuti oleh masyarakat pada umumnya.

Dengan cara demikian, India berhasil menjadi the new emerging power in Asia. Selain itu, India ingin mengajarkan kepada dunia bahwa kepadatan penduduk bukan merupakan suatu masalah melainkan potensi yang harus dikelola dengan baik untuk meraih kejayaan masa depan bangsa.

Leave a Response