Pendidikan India Menyongsong Abad 21

Tulisan ini dimuat dalam buletin Atase Pendidikan KBRI New Delhi Edisi XVI, ditampilkan di blog dengan harapan agar bisa berbagi informasi bagi teman-teman yang belum bisa mendapatkan buletin tersebut.

Sebagaimana dibahas dalam edisi-edisi sebelumnya, pendidikan India berkembang pesat dikarenakan banyak faktor, seperti penggunaan bahasa inggris, semangat masyarakat untuk belajar, termasuk kesungguhan dan kebijakan strategis pemerintah India untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Dalam hal kebijakan, pemerintah India berusaha untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan dan secara serius menjajaki peluang internasionalisasi pendidikan India misalnya melalui program pendirian Meta Universitas. Dengan dua misi tersebut, India siap menghadapi abad 21 dan optimis bisa menjadi negara maju pada tahun 2020. Berkenaan dengan hal tersebut, pada edisi ini Sukriya akan membahas isu ini sebagai topik utama.

Penguatan Kualitas Pendidikan India

Pendidikan yang berkualitas dan bisa diakses oleh semua kalangan merupakan salah satu kunci kesuksesan suatu negara. Dalam hal ini, pengembangan pendidikan tersebut memerlukan ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai untuk mengembangkan penelitian dan proses pembelajaran. Oleh karena itu, pemerintah India sangat konsen dengan upaya ini, misalnya melalui peningkatan anggaran pendidikan (sebagaimana dibahas dalam edisi I No. XIV), peningkatan jumlah kampus, serta kebijakan kontrol kualitas pendidikan.

Melalui kebijakan peningkatan jumlah kampus, pemerintah berharap agar  jumlah mahasiswa yang bisa menikmati akses pendidikan semakin banyak. Apalagi selama ini dengan jumlah penduduk yang sangat padat, India belum berhasil memberikan akses pendidikan ke semua generasi mudanya. Meskipun demikian, institusi perguruan tinggi India termasuk yang terbesar ketiga di dunia, setelah China dan Amerika Serikat.

Dalam upaya peningkatan jumlah kampus ini, India mempunyai perguruan tinggi milik pemerintah dan swasta. Kampus milik pemerintah di India mempunyai dua sistem, yaitu kampus yang langsung dikontrol oleh Kementrian Pengembangan Sumber Daya Manusia (pemerintah pusat) dan kampus yang didanai oleh pemerintah provinsi (states).

Kampus yang dikontrol dan didanai oleh pemerintah pusat ini biasanya disebut sebagai Central Universities (Universitas Pusat). Dengan status tersebut, 40 kampus India yang mempunyai status ini memiliki biaya operasional yang cukup tinggi serta memiliki kelebihan daripada universitas yang lain. Adapun kampus yang didanai oleh pemerintah provinsi jumlahnya berkisar 433 universitas, dan mereka menikmati dana yang tidak sebesar di Central Universities.

Akan tetapi, semua kampus tersebut tetap berada di bawah naungan University Grant Commission (UGC). UGC ini berfungsi untuk menetapkan standar pendidikan, memberikan masukan-masukan pada pemerintah, dan membantu untuk mengkoordinasikan antara pemerintah pusat dan daerah.

Adapun universitas Teknik dan Sekolah Bisnis dikontrol dan diakreditasi oleh Dewan Pendidikan Tekhnik India, All India Council for Technical Education (AICTE). Sementara itu pendidikan kesehatan dikontrol dan diakreditasin oleh Dewan Kesehatan India, Medical Council of India (MCI). Begitu halnya dengan pendidikan dan penelitian di bidang pertanian dikontrol kualitasnya oleh Dewan Penelitian Pertanian India, Indian Council for Agricultural Research.

Dengan demikian, penambahan jumlah kampus di India tidak membuat kualitas pendidikan India menurun. Bahkan dari tahun ke tahun kampus-kampus India semakin di kenal dan menginternasional. Selain itu, persaingan mahasiswa baru untuk masuk ke kampus tersebut juga semakin kompetitif, misalnya di Universitas Pusat seperti Jawaharlal Nehru University (JNU), Indira Gandhi National Open University, University of Hyderabad, dan lain-lain.[1]

Internasionalisasi Pendidikan

Dengan semakin meningkatnya kualitas pendidikan India, upaya pemerintah untuk menginternasionalisasi pendidikan India menjadi semakin mudah. Jumlah mahasiswa asing di India semakin meningkat, kerjasama dengan beberapa kampus luar negeri semakin banyak, beberapa kampus asing mulai membangun kampus cabang di India, bahkan rencana pendirian Meta Universitas pun sudah mulai digarap.

Berkaitan dengan rencana membangun Meta-Universitas, India sudah mulai melakukan penjajakan dengan pemerntah Jerman. Menurut Menteri Pengembangan Sumber Daya Manusia India, Shri Kapil Sibal, setelah berdiskusi dengan Menteri Pendidikan dan Riset Jerman, Dr. Annettee Schavan, kemungkinan untuk mendirikan Meta Universitas terbuka lebar. Apalagi dalam hal skill kedua Negara mempunyai kemampuan yang tidak diragukan.

Dalam hal komunikasi misalnya, Kapil menjelaskan bahwa program ini akan bisa berjalan lancar. Sejauh ini menurutnya, kampus-kampus di Jerman secara umum sudah menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar perkuliahan. Dengannya mahasiswa India yang notabene sudah mempunyai kemampuan bahasa inggris yang cukup baik tidak akan mengalami kesulitan berarti.

Apalagi secara manfaat, Kapil menjelaskan bahwa pembangunan Meta Universitas ini akan membuat kedua negara saling mengakui strata kelulusan dari universitas-universitas mereka. Dengannya, mobilitas mahasiswa, termasuk dalam hal sharing tenaga kerja akan muda dilakukan.

Secara umum, Kapil menggambarkan bahwa kerjasama ini akan dilakukan dalam bentuk konsorsium antara universitas-universitas di kedua negara dimana dua atau tiga universitas di India dapat bekerjasama dengan dua atau tiga universitas di Jerman untuk menyelenggarakan kuliah tingkat sarjana. Jika sudah berjalan, maka kerjasama pendidikan dalam berbagai bentuk lainnya akan semakin ditingkatkan.

Lebih lanjut Shri Kapil Sibal juga menawarkan bahwa India bisa menjadi tuan rumah Pertemuan Pendidikan Tinggi India-Jerman yang dipimpin bersama oleh Menteri kedua Negara dengan partisipasi dari para akademisi, pejabat senior pemerintah dan pejabat industri publik maupun swasta. Melalui pertemuan ini, beberapa isu seperti pengembangan fakultas junior termasuk program doktor dan pos-doktoral, pengakuan kualifikasi pendidikan yang saling menguntungkan, khususnya di bidang pendidikan kejuruan, dan program penelitian bersama dapat dibicarakan secara lebih intesif. [2]

India Optimis Menjadi Negara Maju

Upaya pemerintah India untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan India dan melakukan internasionalisasi pendidikan membuat pemerintah India optimis bisa menjadi Negara maju di tahun 2020.

Meskipun demikian, India masih mempunyai beberapa persoalan yang perlu diselesaikan. Beberapa diantaranya antaralain; pertama, masalah akses pendidikan. Akses ini berkenaan kesempatan agar pendidikan bisa dienyam oleh semua kalangan dari berbagai latar belakang, suku, agama, gender dan kelas sosial. Dengan kebijakan ini, orang-orang miskin, wanita, dan semua pemuda India diharapkan dapat menikmati dunia pendidikan.

Kedua, masalah kurikulum dan evaluasi pendidikan. Harapannya kurikulum dan evaluasi pendidikan India benar-benar bisa menerapkan pendekatan holistik. Sejauh ini pendidikan India lebih bersifat teoritis dan sistem ujiannya terkenal cukup berat. Oleh karena itu, pemerintah sedang mengupayakan agar pendidikan India bisa menyeimbangkan pembahasan teori dan praktik serta menekankan kemampuan mahasiswa untuk menganalisa daripada sekedar menghapal.

Ketiga, masalah infrastruktur, dimana selama ini India belum mempunyai kampus yang cukup untuk memberikan akses pendidikan bagi semua pemudanya. Untuk keperluan tersebut, pada tahun 2020, India memperkirakan akan memiliki tambahan 4500 college dan 1000 universitas baru.

Namun berbagai persoalan tersebut tidak terlalu menjadi masalah serius bagi India untuk berkembang sebagai negara maju. Apalagi potensi pendidikan berkualitas dan menginternasional sudah menjadi poin lebih bagi masa depan pendidikan India. Selain itu pemerintah India memahami betul berbagai persoalan tersebut dengan mulai mencarikan solusi yang bersifat substantif dan prioritas terhadap kualitas. Gerakan massif nasional semua kalangan untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut di atas juga sudah mulai digalakkan. Karenanya pemerintah optimis bahwa India akan mampu menjelma menjadi menjadi Negara maju di abad 21.(red)

——————–

  1. Sumber : The Hindustan Times; Nation Builder  tanggal 29  Juni 2011 halaman 1
  2. Sumber: digital LEARNING, UNITED WORLD, School of Business, 14 Juni 2011

 

 

 

 

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response