Pentingnya Waktu Dalam Hidup Seorang Muslim

Waktu merupakan elemen penting dalam hidup kita, utamanya seorang muslim. Karena itu, Allah ta’ala dalam banyak surat dan ayat bersumpah dengan waktu. Di antara ayat tersebut, adalah firman Allah ta’ala,

والعصر إن الإنسان لفي خسر

Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian (Q.S. Al Asr: 1-2)

Demikian juga Allah ta’ala berfirman,

والفجر وليال عشر

Demi waktu fajar dan malam yang sepuluh (Q.S. Al Fajr: 1-2)

Dan masih banyak surat dan ayat-ayat lain yang serupa. Demikian juga banyak hadits yang membicarakan tentang waktu. Di antaranya adalah dari Muadz bin Jabal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لن تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن أربع: عن عمره فيما أفناه وعن شبابه فيما أبلاه وعن ماله من أين اكتسبه وفيما أنفقه وعن علمه ماذا عمل به ؟

Tidak akan melangkah kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat hal, tentang umurnya bagaimana ia gunakan, tentang masa mudanya bagaimana ia habiskan, tentang hartanya dari mana ia dapat dan dimana ia keluarkan, dan tentang ilmunya apa yang ia amalkan dengannya (HR. Bukhari)

Dari Abdullah bin Abbas radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس: الصحة والفراغ

Dua nikmat yang sering kebanyakan manusia lalai darinya, sehat dan waktu luang (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, bagi seorang muslim, waktu ya ia miliki hanya digunakan untuk melakukan ketaatan kepada Allah ta’ala. Ia menyadari bahwa waktu adalah satu nikmat yang tidak mungkin akan kembali ketika ia berlalu. Ia akan semakin menjauh dalam hidup kita, tidak seperti kematian yang semakin mendekat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, para sahabat dan ulama terdahulu merupakan contoh terbaik baik kita untuk memanfaatkan waktu dengan semakin baik dalam kehidupan kita di era ini.

Ibnu Bin Barr, dari Na’im din Hamad mengatakan bahwa pernah ditanyakan kepada Ibnu Mubarak,

إلى متى تتطلب العلم ؟ قال: حتى الممات إن شاء الله

Sampai kapan kamu akan menuntut ilmu, maka ia mengatakan, sampai datang kematian insyaAllah.

Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,

إني لأمقت الرجل أن أراه فارغا ليس في شي من عمل الدنيا ولا عمل الآخرة

Sesungguhnya aku tidak suka jika melihat seorang dalam keadaan santai, tidak melakukan amalan dunia dan tidak pula amalan akhirat.

Suatu hari Abi Darda’ sedang tawaf di depan ka’bah, kemudian ia mengatakan kepada para sahabatnya,

أليس إذا أراد أحدكم سفرا يستعد له بزاد ؟ قالوا: نعم, قال: فسفر الآخرة أبعد مما تسافرون !
Apakah jika salah seseorang dari kalaian mau bepergian akan menambah persiapannya? Mereka mengatakan ya, kemudian beliau berkata, sesungguhnya perjalanan menuju akhirat lebih jauh dari perjalanan dunia kalian.

Kita berdoa kepada Allah ta’ala, semoga kita semua termasuk di antara orang-orang yang bisa menggunakan waktu kita dengan baik untuk ketaatan kepada Allah ta’ala. Aamin.

 

Malang, 23 Juli 2013

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response