Perjuangan Di Jalan Allah

Ada banyak orang yang berbicara tentang perjuangan. Dari masa kemasa perjuangan telah menjadi bagian penting kehidupan manusia. Setiap apa yang mereka lakukan untuk tujuan tertentu maka itu dinamakan perjuangan. Termasuk di dalamnya upaya memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari.

Disinilah persoalan pengertian perjuangan perlu mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengingat bahwa setiap orang bisa saja mengatakan bahwa dirinya adalah pejuang yang sesungguhnya.

Atau bahkan akan lebih parah ketika ia menjadikan kelompok lain sebagai pihak lemah yang tidak konsisten terhadap perjuangan. Padahal sebenarnya orang yang ia maksudkan juga akan mengatakan bahwa dirinya sedang melakukan perjuangan mulia.

Kalaulah keadaaan ini yang telah terjadi, berarti pertanda bencana begitu dekat. Manusia dilenakan oleh berbagai kepentingan yang bias kepada kekuasaan pribadi.

Mereka merasakan dirinya sebagai orang yang paling benar tanpa memperhatikan lebih banyak tentang bagaimana keadaan yang sebenarnya terjadi. Ia tetap saja mengatakan bahwa apapun yang terjadi dan dilakukan oleh orang lain sebagai sesuatu yang tidak lebih baik dari apa yang ia lakukan dan ia alami.

Meskipun boleh jadi sebenarnya orang yang mempunyai pemahaman mendalam dalam bidang keilmuan akan menemukan banyak persamaan diantara mereka dalam hal konsep umum kegiatan yang dilakukan.

Artinya pula bahwa jika diadakan komunikasi yang baik diantara sesama maka akan sangat besar kemungkinan mereka bisa bergerak bersama dalam meraih kesuksesan bersama.

Tidak malah dengan menjadikan potensi besar untuk berkarya justru menjadi bumerang yang menyebabkan perpecahan. Ini persoalan penting yang hendaknya dapat diperhatikan.

Hal yang sangat menyedihkan misalnya ketika banyak orang yang mengatakan bahwa mereka berjuang untuk negara Indonesia, demi kepentingan rakyat banyak akan tetapi ternyata menjadikan kekuasaan yang dimilikinya justru untuk menindas rakyat dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia.

Ia bukan malah mengurangi beban utang negara malah menambah yang sudah ada. Ia bukan malah mengusahakan pemerataan kesejahteraan ke segenap anak negeri malah menyimpan kekayaan untuk anak dan istri, yang tentu saja dalam jumlah tidak sedikit dengan cara yang tidak benar.

Sungguh menjadi aib yang sangat disayangkan dan disesalkan. Bagaimana mungkin ada orang yang dengan begitu tega mengatasnamakan perjuangan dan konsep kebersamaan dalam kebenaran untuk menjadi alat legalitas kekuasaan pribadi semata. Kenyataannya hal ini begitu meluas di tengah masyarakat kita.

Ada banyak orang yang tidak lagi mempunyai hati yang bersih. Dalam batasan apapun tidak hanya dalam konsep kebangsaan, akan tetapi juga di tengah kehidupan sehari – hari.

Seorang pemuda yang seringkali memberikan masukan kepada orang lain bagaimana agar mereka tidak terlalu dekat dengan wanita untuk menjaga terjadinya fitnah dan gangguan hati, akan tetapi dalam kenyataannya justru yang bersangkutan adalah sosok yang tidak bisa menjaga pergaulannya, adalah percuma.

Orang tua menginginkan anaknya menjadi anak yang sholeh sehingga dapat mendoakan keduanya sementara mereka sendiri tidak pernah berusaha memberikan teladan, minimal di depan anak mereka sendiri. Tidaklah berarti.

Dan masih begitu banyak kasus yang dapat dengan mudah ditemui dalam kehidupan sehari – hari.

Sungguh kehidupan ini pun kemudian menjadi penantian panjang yang melelahkan karena tidak akan ditemukan lagi keindahan dalam keadaan seperti tersebut. Berharap tanpa berusaha.

Oleh karena itu diperlukan adanya parameter yang jelas dari sebuah perjuangan. Tidak semua hal yang dilakukan dapat disebut perjuangan, meskipun akan ada orang yang dapat meletakkan hal ini pada posisi yang proporsional.

Perjuangan perlu dilakukan untuk mencari ketenangan dan kebahagiaan dengan mendasarkan pada fitrah manusia.

Ia terus berjuang mendengarkan suara hati dan tidak ingin melewatkan kehidupan yang singkat ini untuk melakukan sesuatu yang sia – sia. Ia tahu persi bahwa hidup bagaikan mimpi.

Kenikmatan yang dirasakan hari ini, akan menjadi pertanyaan besar apakah akan terjadi pada keesokan harinya. Begitu juga dengan beratnya ujian yang dialami.

Dengan keadaan itu, bagaimana mungkin ia akan menjadikan hidupnya untuk sesuatu yang sia – sia dan tidak menjanjikan ketenangan. Ia akan sangat menghindari hal itu. Dan pada titik inilah perjuangan di jalan Allah menjadi jawaban.

Paling tidak bahwa hal ini dapat diukur dengan parameter niat tentang alasan apa yang mendasari ia melakukan suatu hal. Ia akan memastikan bahwa segala sesuatunya hanya karena Allah dan untuk Allah. Tiada lain.

Kemudian, dalam melakukan berbagai tindakan pun maka ia akan dengan sekuat tenaga mendasarkan pada batasan syariat yang dibenarkan. Inilah pula yang menjadi alasan mengapa ia dengan semangat menuntut ilmu.

Tiada waktu senggang baginya, dan tiada kata berhenti untuk berjuang. Merekalah pejuang yang sesungguhnya. Adakah diantara kita?.

Yogyakarta, 25 Januari 2005

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Leave a Response