Sebab Diampuninya Dosa (II)

Setelah menulis 2 point tentang beberapa hal yang akan membuat dosa kita diampuni oleh Allah beberapa hari yang lalu (disini), sekarang insyaAllah kami akan meneruskan pembahasan ke point berikutnya yang kemaren belum tuntas.

Ketiga, beramal sholeh

Amal yang sholeh merupakan salah satu sebab diampuninya dosa, baik amalan yang diwajibkan maupun amalan sunnah. Dalil tentang hal ini sangat banyak, antaralain,

ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Masuklah kedalam sorga karena apa yang telah engkau lakukan (amal sholeh)

Dan tidaklah mungkin seseorang akan masuk ke dalam sorga tanpa adanya pengampunan dari Allah.

Allah berfirman,

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Mereka orang-orang yang menegakkan sholat, dan dari sebagian rezeki mereka diinfakannya, merekalah orang-orang yang beriman dengan sebenarnya. Bagi mereka derajat di sisi Rabb-nya, dan ampunan dan rezeki yang mulia.

Dalam hal ini, sholat dan mengeluarkan infaq merupakan bagian dari amal sholeh yang menyebabkan ampun dan rejeki dari Allah.

Dalam hadits rasul juga disebutkan bahwa wudu’ merupakan amal sholeh yang mengampunkan begitu banyak dosa. Ketika wajah diusap dengan air, maka dosa-dosa yang disebabkan oleh wajah menjadi berguguran. Begitu pula ketika dibasuh tangan, diusap rambut, dan dibasuh kaki, maka dosa-dosa yang disebabkan oleh bagian tubuh tersebut akan rontok.

Begitu juga dengan amalan puasa, ia akan membuat dosa-dosa kita diampuni. Rasulullah bersabda,

من صام رمضان إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه

Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhon dengan iman dan mengharapkan ampunan Allah, maka diampuni semua dosanya yang telah lalu.

Hadits tersebut tentang puasa ramadhon yang insyaAllah akan segera datang. Sementara berkaitan dengan puasa arafah rasulullah pernah ditanya dan bersabda,

يكفر السنة الماضية والباقية

(Puasa arafah) mengampunkan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Adapun berkaitan dengan puasa asyura’, rasulullah berkata,

يكفر السنة الماضية

(Puasa Asyura’) mengampuni dosa setahun yang lalu.

Dan masih banyak amal-amal sholeh lainnya yang bisa mengampunkan dosa. Demikian besarnya kasih sayang Allah kepada kita. Oleh karena itu, kita harus berusaha secara maksimal untuk memanfaatkan sisa hidup ini untuk melakukan berbagai amal kebaikan.

Keempat, menghindari diri dari kejelekan dan dosa besar.

Allah berfirman,

وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَىالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْأِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ

Dia yang membalas orang yang berbuat baik dengan kebaikan, mereka orang-orang yang menghindari dosa-dosa besar dan perbuatan keji, selain yang kecil-kecil, sesungguhnya Rabbmu mempunyai pengampunan yang luas.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang menghindari dosa-dosa besar akan mendapatkan pengampunan dan kebaikan yang banyak dari Allah.  Dan nantinya di akhirat akan dimasukan ke dalam sorga.

Akan tetapi, selain menghindari dosa besar, mereka tetap harus menjaga berbagai ketaatan dan amal sholeh, sebagaimana rasulullah bersabda,

الصلوات الخمس ، والجمعة إلي الجمعة ، ورمضان إلي رمضان، مكفرات لما بينهن ، ما اجتنب الكبائر

Sholat lima waktu, jumat ke jum’at, dan ramadhon ke ramadhon, mengampunkan dosa diantaranya, bagi yang meninggalkan dosa-dosa besar.

Maksudnya bahwa ibadah-ibadah tersebut di atas akan menjadi pengampun dosa kita apabila kita mampu menghindarkan diri dari dosa-dosa yang besar.

Kelima, berbuat baik kepada manusia dan mencegah kejelekan.

Allah berfirman,

وَلا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Ayat ini diturunkan berkaitan dengan sumpah Abu Bakar yang tidak ingin lagi memberikan bantuan kepada orang yang telah memfitnah A’isyah, putri beliau yang juga merupakan istri Rasulullah salallahu ‘alahi wassalam. Dengan kebaikannya memberikan bantukan, Allah menjanjikan pengampunan.

Bahkan kebaikan ini sebenarnya tidak hanya kepada manusia, akan tetapi juga kepada binatang. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah kita mengetahui bahwa ada seorang laki-laki (dalam riwayat lain wanita pelacur) yang kehausan, kemudian menemukan sumur dan ia mengambil air untuk minum darinya.

Setelah keluar, ternyata ia menemukan seekor anjing yang sedang kehausan dan kemudian ia kembali masuk ke sumur untuk mengambilkan minum anjing tersebut. Dengan kebaikan tersebut Allah mengampunkan dosanya . (bisa dibaca di hadits bukhari).

Jika dengan kebaikan terhadap anjing saja Allah mengampunkan dosa seorang hamba, maka apalagi dengan kebaikan terhadap manusia.

Adapun sebaliknya, mereka yang suka mengganggu orang lain, maka mereka akan termasuk diantara orang-orang yang bangkrut. Rasulullah bersabda,

إن المفلس من أمتي من يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي وقد شتم هذا، وقذف هذا، وأكل مال هذا، وسفك دم هذا، وضرب هذا، فيعطي هذا من حسناته، وهذا من حسناته، فإن فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه أخذ من خطاياهم فطرحت عليه، ثم طرح في النار

Orang yang bangkrut di antara umatku adalah mereka yang datang pada hari kiamat dengan (membawa pahala) sholat, puasa, dan zakat. Tetapi ia suka mencela, menuduh, memakan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain. Kelak kebaikan-kebaikannya akan diberikan kepada orang yang terzalimi. Apabila amalan kebaikannya sudah habis diberikan sementara belum selesai pembalasan tindak kezalimannya, maka diambillah dosa-dosa yang terzalimi itu, lalu diberikan kepadanya. Kemudian dia pun dicampakkan ke dalam neraka”.

Keenam, bencana yang menimpah muslim dalam hidup di dunia ini.

Bagi seorang muslim, suatu musibah hakikatnya adalah ujian untuk melihat tingkat keimanan dirinya. Allah berfirman,

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ

Apakah kamu mengira bahwa dirimu akan masuk ke dalam sorga, padahal belum Allah uji siapa yang benar-benar berjihad dari antara kalian dan sabar.

Selain menjadi ujian keimanan, suatu musibah bagi seorang muslim juga akan menjadi sarana pengampunan dosa. Rasulullah bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh A’isyah,

ما من مصيبة تصيب المسلم إلا كفر الله بها عنه حتى الشوكة يشاكها

Tidaklah suatu musibah menimpah seorang muslim kecuali menjadi sarana pengampunan Allah baginya, meskipun hanya berupaa duri yang menusuk dirinya.

Artinya bahwa seorang muslim hendaklah tetap berkhusnudhon kepada Allah dan  menjadikan suatu musibah sebagai sarana untuk membuat dirinya semakin dekat dengan Allah.

Terakhir, Doa kepada Allah subhanahu wata’ala

Dalam hal ini, seorang yang menginginkan dosanya diampuni oleh Allah, hendaklah semakin memperbanyak doa. Kita harus sering-sering berdoa dengan membaca,

رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا

Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan diri kami.

Rasulullah juga mengajarkan doa seperti,

اللهم إني ظلمت نفسي ظلماً كثيراً، ولا يغفر إلا أنت، فاغفر لي مغفرة من عندك، وارحمني إنك أنت الغفور الرحيم

Wahai Allah, aku telah mendholimi diriku dengan kadholiman yang banyak. Tidak ada yang mengampuni selain Engkau. Maka ampunkanlah diriku dengan pengampunan dari sisi-Mu. Dan kasihilah aku, sesungguhnya Engkau maha pengampun dan penyayang.

Semoga dosa-dosa kita semua diampuni oleh Allah. Amin ya Rabbil ‘Alamin.

 

Delhi, 1 Juli 2011

Di tengah malam yang indah.

 

 

 

 

Leave a Response