Sebab Diampuninya Dosa (I)

Setiap manusia pernah berbuat salah dan dosa. Dan dosa ini akan menjadi penghalang bagi kita untuk mendapatkan keridho’an Allah. Oleh karena itu, setiap orang yang beriman tentu menginginkan agar dosanya diampuni oleh Allah.

Selain itu, mencari pengampunan Allah merupakan sesuatu yang disyariatkan dan akan mengantarkan kita kepada kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Allah berfirman,

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kepada ampunan Rabb-mu dan sorga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.

Pada kesempatan ini, kami ingin meringkas beberapa hal yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Assa’di terkait dengan beberapa hal yang akan membuat dosa kita diampuni oleh Allah subhanahu wata’ala.

Beberapa hal tersebut antaralain sebagai berikut,

Pertama, bertaubat kepada Allah subhanahu wata’ala

Taubat maksudnya kembali kepada Allah dari perbuatan dosa. Paling tidak dilakukan dengan tiga syarat, yaitu menyesali kesalahan dan dosanya, berazzam untuk tidak mengulanginya dan mengiringi dengan berbagai perbuatan baik, termasuk mengembalikan hak-hak manusia jika kesalahan dan dosanya berkenaan dengan mereka.

Dan dengan taubat seorang hamba, Allah akan merasa sangat senang melebihi kegembiraan seorang yang kehilangan ontanya kemudian ia menemukannya kembali di padang pasir.

Berkenaan dengan hal tersebut, ada banyak ayat Allah yang memerintahkan seorang hamba untuk segera bertaubat, antaralain Allah berfirman,

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

Ketahuilah bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan mohon ampunlah atas dosa-dosamu dan dosa orang-orang beriman laki-laki dan perempuan.

Selain mendoakan diri kita sendiri, Allah juga menuntunkan kita sesama orang beriman untuk saling mendoakan. InsyaAllah jika kita semua bertaubat kepada Allah, maka Allah menjanjikan kita sebagai orang-orang yang akan memperoleh keberuntungan.

Allah berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Bertaubatlah kepada Allah kalian semuanya wahai orang-orang yang beriman, agar kalian menjadi orang yang beruntung.

Dan rasulullah salallahu ‘alahi wassalam telah mencontohkan kepada kita bagaimana dalam setiap hari beliau memohon ampun kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali atau bahkan seratus kali. Seorang rasul mulia yang sebenarnya maksum dan semua dosanya sudah diampuni oleh Allah melakukan hal yang demikian.

Paling tidak beliau membaca istighfar pada setiap selesai sholat atau melakukan berbagai amal kebaikan lainnya.  Atsauban radiyallahu ‘anhu meriwayatkan,

كان صلي الله عليه وسلم إذا أنصرف من صلاته استغفر الله ثلاثاً

Rasulullah salallahu ‘alahi wassalam dulu jika selesai sholat, beliau beristighfar kepada Allah tiga kali.

Jika rasulullah yang mulia melakukan hal yang demikian, sebagai orang yang mencintainya tentu kita akan berusaha untuk menauladani kebiasaan dan sunnah beliau.

Kedua, membenarkan tauhid dan menjauhi kesyirikan.

Perkara tauhid merupakan landasan dalam agama ini. jika benar ketauhidan kita, maka insyaAllah kuatlah fundasi keimanan kita. Sebaliknya, jika kita jatuh pada kesyirikan, maka akan sia-sia semua amalan yang kita lakukan.

Allah berfirman,

ونَوَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُ

Jika mereka mensekutukan Allah, maka hapuslah semua amalan yang telah mereka lakukan.

Lebih dari itu, dosa mereka yang melakukan kesyirikan tidak akan diampuni oleh Allah, sebagaimana firman-Nya,

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mensekutukan-Nya dan akan mengampuni dosa selain itu bagi yang dikehendaki_nya.

Sebaliknya, mereka yang benar tauhidnya akan diterima amal kebaikannya dan diampuni semua dosanya. Adapun jika dengan ketauhidannya mereka mampu untuk menjauhkan dirinya dari segala bentuk kesyirikan besar dan kecil, maka mereka insyaAllah akan dimasukkan ke dalam tujuh puluh ribu orang yang akan masuk sorga tanpa hisab, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas.

Rasulullah bersabda bahwa Allah berfirman,

يا ابن آدم لو أتيتني بقراب الأرض خطايا، ثم لقيتني لا تشرك بي شيئا، لأتيتك بقرابها مغفرة

Wahai ibnu adam, jika engkau mendatangi-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi, kemudian  engkau tidak menserikatkan-Ku dengan sesuatu pun, maka Aku mendatangimu dengan pengampunan sepenuh bumi.

Maka mereka yang benar tauhidnya, hendaklah pula mencintainya karena tidak benar tauhid seseorang tanpa ada perasaan cinta tadi, termasuk kepada ahli tauhid. Syaikh Abdurrahman bin Hasan berkata,

من لم يحب التوحيد لم يكن موحدا؛ لأنه هو الدين الذي رضيه الله لعباده ، كما قال تعالي: وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً

Barang siap yang tidak mencintai tauhid, maka tidak termasuk pentauhid (orang yang benar tauhidnya), karena tauhid adalah agama yang telah Allah ridho’I untuk hamba-Nya, sebagaimana Allah berfirman, dan Aku telah meridhoi bagimu islam sebagai agama.

Sementara kami cukupkan sampai di sini, point-point berikutnya berkaitan dengan hal-hal yang bisa menghapuskan dosa-dosa kita insyaAllah akan kami bahas kemudian. . (bersambung)


Delhi, 29 Juni 2011

Menjelang Fajar

Leave a Response