Syarat Keimanan Muslimah

Pernah seorang bertanya tentang syarat iman bagi seorang muslimah. Maka dijawab bahwa syarat iman bagi seorang muslimah sama dengan syarat iman bagi muslimin. Pointnya ada pada keyakinan terhadap 6 rukun iman, sebagaimana yang telah banyak disampaikan dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam – yaitu iman kepada Allah, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Malaikat-malaikat, iman kepada Rasul-rasulnya, iman kepada hari akhir, dan iman kepada takdir baik dan buruk.

Keenam rukun iman tersebut di atas merupakan syarat mutlak keimanan. Akan tetapi untuk sempurnanya keimanan tersebut, maka perlu ditunjukkan dengan akhlak hidup yang sesuai dengan tuntunan islam. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullahi shollallahu ‘alaihi wassalam,

 الإيمان بضع وسبعون شعبة والحياء شعبة من الإيمان

Iman terdiri dari tujuh puluh cabang, dan malu merupakan cabang dari iman.(HR.Muslim)

Dalam hadits lain disebutkan,

أفضلها لا إله إلا الله وأدناها إماطة الأذى عن الطريق والحياء شعبة من الإيمان

Yang paling utama (dari iman) adalah kalimat Tiada Tuhan yang haqq disembah kecuali Allah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan kejelekan dari jalan, dan malu merupaan cabang dari iman.

Akan tetapi jika pertanyaannya adalah bagaimana seorang muslimah menjadi muslimah yang sesungguhnya?

Maka jawabannya adalah dengan bersungguh-sungguh bermuraqobah kepada Allah ta’ala dengan melaksanakan apapun yang Allah perintahkan dan menjauhkan apa saja yang dilarang, baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan, dan dengan memperbanyak doa dan semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak amalan-amalan sunnah, memperbanyak perbuatan baik, memunculkan rasa takut epada Allah, berharap dan bertawakal semata kepada-Nya, dengan berjihad di jalan agama ini dengan apa yang mungkin dilakukan.

Hal ini sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam firman-Nya,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ * الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ * أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, apabila disebut nama Allah, maka bergetar hati mereka, dan jika dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka bertambah imannya, dan kepada Tuhannya mereka bertawakal. Mereka orang-orang yang menegakkan sholat, dan dari yang Kami karuniakan mereka menafkahkannya. Merekalah orang-orang yang sebenarnya beriman, bagi mereka derajat (yang mulia) di sisi Tuhannya dan pengampunan dan rezeki yang baik. (Q.S Al Anfal: 1-4)

(http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=113384)

Maka dari fatwa tersebut di atas terlihat bahwa islam memberikan kesempatan yang sama bagi wanita untuk menyempurnakan keimanan mereka sebagaimana laki-laki, karena rukun iman berlaku baik untuk seorang muslimah maupun muslimin. Dan kesempurnaan iman terletak pada upaya dan akhlak untuk semakin meningkatkan ketaatan kepada Allah dan menjauhkan diri dari segala yang dilarangnya.

Semoga kita semua, menjadi orang-orang yang diberikan kesempurnaan iman oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response