Tips Selamat Dari Fitnah Syahwat

Kita hidup di zaman dengan begitu banyak fitnah. Salah satu fitnah besarnya adalah syahwat. Betapa besar gelombang fitnah ini masuk ke tengah masyarakat kita, sampai-sampai seorang yang berada di dalam rumah pun belum tentu bisa selamat darinya.

Padahal syahwat itu seperti air yang berada di dalam teko. Jika teko tadi bocor maka airnya terus mengalir dan tidak terbendung. Bahayanya aliran airnya tidak ditumpahkan ke dalam gelas yang seharusnya digunakan.

Dan syahwat ketika ia diperturutkan, maka akan menghilangkan ketenangan dalam jiwa kita. Setiap dosa yang kita lakukan akan menyebabkan satu titik hitam dalam hati. Yang jika dosa tadi terus dilakukan, maka hati pun akan menjadi gelap, sempit, susah menerima cahaya dan penuh dengan kegelisahan.

Oleh karena itu, para ulama memberikan beberapa tips untuk menghindarkan diri dari fitnah syahwat ini. Di antaranya:

Pertama, Islam menganjurkan para pemuda yang sudah mempunyai kemampuan untuk segera menikah. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج

Barang siapa di antara kalian yang sudah punya ba’ah maka hendaklah ia menikah karena ia lebih menjaga pandangan dan kemaluan (HR.Bukhari)

Sungguh pernikahan adalah cara yang paling indah dan halal untuk menghindarkan kita dari dosa syahwat. Sayangnya, di zaman ini, banyak para pemuda yang menunda pernikahannya dengan berbagai alasan. Akhirnya mereka pun jatuh pada fitnah syahwat. Na’udzubillah.

Di antara alasan penundaan pernikahan tersebut lebih karena urusan duniawi dan memilih-milih pasangan. Padahal Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,

إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه

Jika datang kepadamu seorang yang engkau ridhoi agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah (HR.Tarmidzi)

Kedua, perbanyaklah puasa. Ini merupakan cara jitu bagi mereka yang belum mampu menikah. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

Dan siapa yang belum mampu (menikah), maka hendaklah ia berpuasa karena hal itu adalah perisai (HR. Bukhari Muslim)

Dengan banyak berpuasa, maka insyaAllah syahwat pun akan bisa dikendalikan.  Para ulama mengatakan bahwa hal ini dikarenakan puasa akan bisa memunculkan ketakwaan seorang hamba kepada Rabbnya sehingga ia tidak akan berani melakukan kemaksiatan.

Ketiga, jagalah pandangan.

Sungguh pandangan merupakan pintu pertama memasuki hati. Ketika memandang hal-hal yang dihalalkan oleh Allah, ia akan membuat hati bersyukur. Namun ketika digunakan untuk memandang yang haram, ia pun menjadi seperti anak panah iblis yang beracun.

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan hadits Qudsi,

النظرة سهم مسموم من سهام إبليس، من تركه مخافتي أبدلته إيمانًا يجد حلاوته في قلبه

Pandangan adalah racun dari anak panah iblis, siapa yang meninggalkannya karena takut pada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan keimanan dan rasa manis dalam hatinya (HR Tarmidzi)

Maka di sini terlihat bahwa pandangan yang haram tadi disebut oleh Allah ta’ala sebagai racun dari anak panah iblis. Ini adalah racun yang sangat mematikan karena akan menghilangkan kenikmatanmu untuk beribadah kepada Allah, untuk khusu’ bermunajat kepada Allah ta’ala dan gembira membaca Alquran.

Makanya Allah ta’ala pun memerintahkan untuk menjaga pandangan,

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

Katakanlah kepada orang-orang yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya (Q.S.Annur:30)

Dalam ayat ini para ulama menjelaskan bahwa pandangan ternyata berkaitan erat dengan kemaluan. Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga amanah ini supaya tidak melanggar hukum Allah ta’ala.

Keempat, banyaklah berdoa kepada Allah ta’ala.

Sebagai makhluk yang lemah, kita begitu membutuhkan pertolongan dari Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman,

أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاء الْأَرْضِ

Maka siapakah yang mengabulkan doa ketika ia berdoa, yang menghilangkan kesulitan dan menjadikanmu khilafah di muka bumi? (Q.S. Annaml: 62)

Tentu Allah semata yang bisa menolong kita, termasuk dalam menguatkan kita menghadapi gencarnya serangan syahwat.

Karena itu hendaklah pada pada keheningan malam, kita berdoa kepada Allah ta’ala dengan ucapan  يا رب حاجتي ألا أقع في الحرام، وأن تسهل عليَّ الحلال (wahai Rabb, aku memohon kepadamu dihindarkan dari yang haram, dan dimudahkan pada yang halal). Atau kita berdoa اللهم إني أعوذ بك من فتنة النساء (Aku memohon kepada-Mu wahai Allah perlindungan dari fitnah wanita).

Kelima, senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala.

Sungguh dzikir akan menjauhkan seseorang dari yang diharamkan oleh Allah ta’ala dan ia akan menjadi penjaga bagi seorang muslim.

Inilah kenapa Maimun mengatakan bahwa dzikir dengan lisan akan membantu berdzikir dengan hati. Dzikir dengan hati akan membantu pada dzikir perbuatan. Dzikir perbuatan akan mencegah dari kemaksiatan.

Pernah ada seseorang yang ingin berzina dengan seorang wanita kemudian, maka wanita tadi mengatakan, tidakkah ada yang melihat?. Maka ketika laki-laki tadi mengatakan tidak ada, maka sang wanita mengatakan, maka bagaimana dengan mata Rabbmu?. Akhirnya lelaki tadi pun menangis, meninggalkannya dan bertaubat kepada Allah ta’ala.

InsyaAllah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah di saat iman kita tinggi, maka Allah pun akan membantu kita keluar dari kemaksiatan yang ada di depan mata. Ketika kita mengingat Allah di saat kita kuat, maka Allah pun akan mengingat kita ketika lemah.

Wallahu ‘alam. InsyaAllah akan kami sambung pada tulisan berikutnya. Semoga Allah ta’ala melindungi kita dari fitnah syahwat. Aamin.

Trento, 5 Februari 2015

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Pernah belajar di Hubungan Internasional UGM dan Political Science, Jamia Millia Islamia dan International Relations, Annamalai University, India. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response