Wanita Dan Dakwah Kepada Allah

  • Pernah Syaikh Bin Baz ditanya, bagaimana pendapat Syaikh tentang wanita dan dakwah di jalan Allah?

    Kemudian Syaikh menjawab bahwa wanita itu seperti laki-laki akan kewajibannya dalam berdakwah kepada Allah, untuk mengajak kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, karena sesungguhnya dalil dalam alquran dan sunnah berlaku untuk semua (baik laki-laki maupun perempuan.red) kecuali ada dalil khusus yang menerangkannya. Dan pernyataan para ahli ilmu sangat jelas tentang masalah ini.

    Salah satu ayat yang menjelaskan masalah ini adalah,

    وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَر

    Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan satu sama lain adalah penolong bagi yang lainnya, mengajak kepada yang makruf dan mecegah dari yang mungkar. (Q.S.At Taubah: 71)

    Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala juga berfirman,

    كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

    Kalian adalah umat yang terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, (karena  kalian) mengajak kepada yang baik dan mencegah dari yang mungkar, dan kalian beriman kepada Allah. (Q.S: Al Imran: 110).

    Akan tetapi, tentu saja dakwah di jalan Allah bagi kaum wanita ini harus sesuai dengan  adab yang syar’I (misalnya dengan tidak bercampur baur dengan laki-laki).

    Selain itu, sebagaimana dakwah kaum laki-laki, jalan ini perlu dititi dengan penuh kesabaran dalam kondisi sesulit apapun. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

    وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

    Bersabarlah, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (Q.S. Al Anfal: 46)

    Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu wata’ala menceritakan tentang Lukmanul Hakim ketika ia berkata kepada anak-anaknya,

     يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُور

    Wahai anak-anakku, tegakkanlah sholat, dan ajaklah kepada yang baik dan cegahlah dari yang mungkar, dan bersabarlah atas apa-apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu adalah urusan yang penting. (Q.S. Lukman :17)

    Kemudian, bagi wanita tadi juga, hendaknya memperhatikan urusan lainnya seperti kewajibannya untuk menjaga kehormatan diri dan hijabnya. Ia juga hendaknya senantiasa memperbanyak amal sholeh dan menjauhkan diri dari tabarruj dan ikhtilat dengan para laki-laki.

    Artinya, dakwah ini hendaknya ia jalankan tidak hanya dengan ucapan, melainkan juga dengan amalan nyata yaitu dengan senantias berusaha mentaati Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarang-Nya.

    Wallahu a’lam.

    ——–

    Disadur dari Majmu’ Fatawa dan makalah juz yang ke-7

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana dari Ilmu Hubungan Internasional UGM dan M.A Political Science, Jamia Millia Islamia dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Sedang menempuh PhD Political Science di Internasional Islamic University of Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Sekarang berprofesi sebagai dosen di prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Leave a Response