Sunnah dan Adab Dalam Perjalanan

Perjalanan merupakan suatu yang sulit dihindari oleh semua orang. Oleh karena itu, supaya perjalanan yang kita lakukan juga bernilai pahala, maka perlu kiranya mengetahui beberapa sunnah dalam perjalanan. Di antara sunnah tersebut adalah:

Pertama, utamanya mereka yang akan berpergian ke negara non muslim, maka hendaklah ia menjaga imannya. Jangan sampai sekembali dari perjalanan dia berubah menjadi orang yang tidak beriman.

Hal ini menjadi peringatan para ulama karena betapa banyak mereka yang ketika pergi dari negerinya merupakan seorang mukmin, kemudian menjadi berubah dan menyerupai apa yang dilakukan oleh orang-orang kafir sekembali dari perjalanannya. Bahkan ia menilai aib terhadap adab Islam yang selama ini telah dikenalnya.

Kondisi seperti inilah yang disabdakan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasalam,

أنا بريء من كل مسلم يقيم بين أظهر المشركين

Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di negeri kaum musrik. (HR. Abu Daud)

Dimana maksudnya karena tinggal di sana kemudian ia menjadi kehilangan identitas keislamannya. Padahal bepergian ke negeri muslim akan jauh lebih menjaga ketakwaannya kepada Allah ta’ala.

Adapun jika perjalanan tersebut dalam rangkat berbuat baik kepada kedua orang tua, menyambung silaturahmi, mengunjungi saudara seiman, untuk melakukan dakwah, atau sejenisnya yang terhindar dari kemaksiatan kepada Allah, maka hal ini justru menjadi sunnah nabi shollallahu ‘alaihi wa salam.

Kedua, sunnah berikutnya adalah melaksanakan sholat istikhorah terlebih dahulu sebelum memutuskan perjalanan. Hal ini sholat dua raka’at kemudian berdoa sesuai dengan yang dituntunkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa salam dalam doa istikhorah.

Demikian juga baginya ketika akan berangkat hendaklah berwasiat tentang suatu urusan kepada keluarganya, terutama berkaitan dengan penjagaan mereka terhadap agama.

Ketiga, disunnahkan untuk bepergian pada hari kamis. Dari Ka’ab bin Malik beliau mengatakan,

لقلما كان رسول الله يخرج إذا خرج من سفر إلا يوم الخميس

Jarang dulu kami menyaksikan Rasulullah keluar jika bepergian dari safar kecuali hari kamis. (HR. Bukhari).

Keempat, selalu berdoa dalam perjalanan.

Dikisahkan bahwa ketika sudah melangkahkan kakinya untuk pergi rasulullah shollallahu ‘alaihi wasalam mengucapkan bismillah, alhamdulillah (3x) dan Allahu akbar (3x), kemudian beliau membaca

سبحان الذي سخر لنا هذا وما كنا له مقرنين وإنا إلى ربنا منقلبون , اللهم إنا نسألك في سفرنا البر والتقوى ومن العمل ما ترضى , اللهم هون علينا سفرنا هذا واطو عنا بعده , اللهم أنت الصاحب في السفر والخليفة في الأهل ، اللهم إني أعوذ بك من وعثاء السفر , وكآبة المنقلب ، وسوء المنظر في الصاحب السفر ، والخليفة في الأهل والمال

Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga (HR. Muslim)

(Bersambung..insyaAllah akan dilanjutkan lagi karena sudah dipanggil masuk pesawat..Bandara Soekarno Hatta, 25 Januari 2015)

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana Ilmu Politik (S.IP) dari Ilmu Hubungan Internasional UGM, M.A Political Science, Jamia Millia Islamia, dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Menyelesaikan jenjang PhD Political Science dari International Islamic University Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Bekerja sebagai Professor di Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

Leave a Response