Kemaren kamis, tanggal 14 Januari 2016, kita dikejutkan dengan serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris di Jakarta. Awalnya mungkin sebagian mengira bahwa teroris masih jauh nun di sana, Prancis dan Turki yang beberapa waktu lalu diserang oleh kelompok yang menyebut diri sebagai ISIS.
Namun nyatanya keberadaan teroris sudah begitu dekat dengan kita. Dan ketika semua orang menforward berita ini kepada yang lain, teroris merasa sukses dalam meraih kepentingannya.
Meskipun masih dalam perdebatan dan tidak ada satu pun definisi yang disepakati tentang terorisme, tetapi paling tidak ada pertemuan karakteristik pada beberapa hal. Pertama teroris adalah tindak kekerasan yang bisa dilakukan dengan berbagai cara sebagaimana bom bunuh diri yang terjadi kemaren.
Kedua, terorisme menjadikan tempat-tempat publik dan masyarakat sipil atau simbol-simbol negara sebagai sasaran. Serangan mereka bukanlah dalam keadaan perang, sehingga ketika dilakukan terhadap kelompok kepolisian sekalipun, maka posisi aparat negara tadi tidak dalam keadaan siap.
Yang terakhir, semua sepakat bahwa tujuan teroris sebenarnya bukanlah membunuh, tetapi untuk menebar ketakutan di tengah masyarakat sehingga apapun yang mereka inginkan bisa diwujudkan dalam keadaan masyarakat tidak tenang tersebut. Dengan kata lain, serangan teroris tadi banyak digunakan untuk kepentingan politik tertentu.
Makanya, jika dilihat dari jenisnya terorisme pun ada banyak jenisnya. Ada yang disebut dengan terorisme agama, terorisme negara, terorisme yang disponsori oleh negara, terorisme internasional, dan lain-lain.
Dari berbagai jenis terorisme tadi, maka data dari US Department of Justice pada tahun 2006 menunjukkan bahwa sebenarnya dari sekitar 3.099 serangan terorisme di dunia, serangan paling banyak terjadi di Amerika Latin (41,3% serangan), Eropa (19,11%), Asia (18,65%), Timur Tengah (13,46%), Sub-Africa (5,95%), dan Amerika Utara (hanya 1,44%)[1].
Namun yang menjadi masalah sekarang adalah, mengapa serangan terorisme diindentikkan dengan Islam?
Padahal selain data di atas, maka dari segi ajaran pun, terlihat jelas bahwa Islam adalah agama cinta damai. Islam adalah agama akhlak dan kasih sayang. Bahkan dari nama saja islam bermakna keselamatan. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda ,
غض البصر، وكف الأذى، ورد السلام، والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر
Jagalah pandangan, hindari kejelekan, tebarkan salam, perintahkan pada kebaikan dan cegah dari yang mungkar (HR. Muslim)
Dalam hadits yang lain juga disebutkan,
ارحم من في الارض يرحمكم من في السماء
Sayangilah apa yang ada di bumi, maka niscaya kamu akan disayangi dengan yang ada di langit (HR. Bukhari)
Dalam Islam kehormatan seorang manusia begitu mulia dan perlu dijaga. Dalam kaitannya dengan nyawa, bukan sekedar melihat muslim atau kafir. Membunuh satu jiwa tanpa kebenaran, hakikatnya sama dengan membunuh semua manusia. Allah ta’ala berfirman,
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا
“Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya” (QS. Al Maidah: 32)
Dalam ayat yang lain, berkaitan dengan balasan terhadap mereka yang berbuat kerusakan ini, Allah ta’ala berfirman,
إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya balasan bagi mereka yang melakukan teror (memerangi Allah dan Rasul) dan berbuat kerusakan di muka bumi, adalah dibunuh, disalib, atau dipotong kedua tangan dan kakinya secara timbal balik, atau dibuang dari tempat tinggalnya. Yang demikian itu adalah kehinaan mereka di dunia, dan bagi mereka di akhirat azab yang pedih (QS. Al Maidah: 33).
Demikian juga dalam hadits, ada banyak yang berbicara tentang larangan mengganggu dan menakut-nakuti orang lain. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ أَخِيهِ لاَعِبًا وَلاَ جَادًّا
Janganlah saling seorang dari kalian mengambil perhiasan saudaranya baik bercanta maupun serius (HR. Tirdmidzi)
Dalam hadits yang lain juga disebutkan,
وَمَنْ أَخَذَ عَصَا أَخِيهِ فَلْيَرُدَّهَا
Siapa yang mengambil tongkat saudaranya, hendaklah ia mengembalikannya (HR. Abu Daud)
Penah ada seorang sahabat yang terdiri. Akhirnya ada yang mengambil tali yang dimiliki oleh sahabat yang tertidur tadi sampai ia merasa ketakutan. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain. (HR. Abu Ahmad).
Ketika akan mengirim pasukan untuk berperang, Rasulullah Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam juga menyampaikan wasiat larangan membunuh wanita, anak-anak, orang-orang tua, dan merusak tempat ibadah (ex.gereja), ladang, dll.
Demikianlah ajaran dan akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabat radiyallahu ‘anhum.
Mereka sangan menjaga akhlak islam dalam kehidupannya. Bahkan bukan hanya pada manusia, pada binatang dan tumbuhan pun mereka diajarkan untuk menjaga adab. Pernah diceriakan oleh Abdullah bin Mas’ud bahwa suatu hari mereka dalam perjalanan bersama Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam.
Kemudian mereka melihat ada burung dan anaknya. Kemudian ada yang mengambil burung tadi sampai terlihat induknya kebingunan mencari sang anak. Kemudian Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
Ketika ada seekor burung yang kelihatan bingung mencari anaknya, maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
من فجع هذه بولدها؟ ردُّوا ولدها إليها
Siapa yang memisahkan burung ini dengan anaknya? Maka kembalikan anaknya pada ibunya (HR.Muslim)
Kemudian beliau melihat ada juga sarang semut yang habis dibakar, ketika beliau bertanya siapa yang membakar dan kami mengatakan kami wahai Rasulullah. Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إنَّه لا ينبغي أن يعذِّب بالنَّار إلَّا ربُّ النَّار
Sesungguhnya tidak pantas mengadzab dengan api kecuali Rabb pemilik api (HR. Abu Daud)
Dalam kisah yang lain juga diceritakan bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
دخلت امرأة النار في هرة ربطتها فلم تطعمها ولم تدعها تأكل من خشاش الأرض
Dimasukkan ke dalam neraka seorang wanita karena kucing yang ia tahan dan tidak diberikannya makan dan tidak ia biarkan memakan dari serangga bumi (HR. Bukhari)
Masih banyak sebenarnya kisah-kisah yang lain yang menunjukkan bukti kasih sayang yang disebarkan Islam, dan jauhnya Islam dari ajaran teroris. Namun karena keterbatasan waktu kami cukupkan sampai di sini.
Yang jelas, terlihat bahwa fakta dan ajaran Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk menjadi seorang teroris. Adapun jika nama ini sudah tersemat pada sebagian kalangan masyarakat dengan kekuatan media terhadap umat ini, apalagi bagi mereka yang mengikuti sunnahnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, maka kita memohon perlindungan kepada Allah ta’ala, dari fitnah dan makar mereka yang membenci tegaknya kebenaran di muka bumi.
Allah ta’ala berfirman,
يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka kehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS. At Taubah: 32).
Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari fitnah ini. Aamin.
Malang, 15 Januari 2015
Akhukum Fillah, Gonda Yumitro
[1] Department of Justice, edited by Gary La Free, Laura Dugan, Heather V Fogg, Jeffrey Scott, Building a Global Terrorism Database, May 2006, document number 214260.

