Keutamaan Saling Mencintai Karena Allah

Persaudaraan yang terikat karena Allah ta’ala merupakan salah satu nikmat besar yang tidak diberikan Allah ta’ala kepada semua orang. Kecintaan ini bukanlah perkara yang bisa didapatkan meskipun dengan mengeluarkan semua kekayaan yang ada di muka bumi ini sekali pun. Allah ta’ala berfirman,

لو أنفقت ما في الأرض جميعا ما ألّفت بين قلوبهم و لكنّ الله ألّف بينهم

Jika engkau menginfaqkan semua apa yang ada di muka bumi, maka tidaklah akan bisa untuk menyatukan hati-hati mereka, tetapi Allahlah yang menyatukan hati-hati mereka. (Q.S. Al Anfal: 63)

Dari ayat di atas jelas bahwa kecintaan karena Allah ta’ala hanya bisa didapatkan oleh mereka yang sama-sama mencintai Allah ta’ala. Dengan kata lain hati mereka berada pada frekuensi keimanan yang sama sehingga Allah pun melekatkannya.

Ketika bicara tentang mereka yang digambarkan dalam ayat ini, Ibnu Mas’ud mengatakan, هم المتحابون في الله (mereka adalah orang yang saling mencintai karena Allah)

Keadaan mereka ibarat gelombang radio. Karena pemancar dan gelombang penerima berada pada frekuensi yang sama, maka suara yang ada di studio pun terdengar jelas meskipun mereka berada di tempat yang jauh.

Untuk mempertahankan rasa cintai di antara keduanya, keduanya pun saling berlomba memadu hati untuk semakin mencintai saudaranya, bahkan lebih dari dirinya sendiri. Dalam doa-doa mereka terselip doa yang sama untuk kebaikan saudaranya.

Mereka memahami dengan baik keutamaan orang-orang yang mencintai saudaranya karena Allah. Dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا تحاب اثْنَان فِي الله إِلَّا كَانَ أحبهم إِلَى الله أشدهما حبا لصَاحبه

Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah kecuali yang paling dicintai Allah adalah yang paling besar kecintaan pada saudaranya (HR.Ibnu Hibban)

Lebih dari itu, mereka tahu bahwa orang-orang yang saling mencintai karena Allah akan mendapatkan kecintaan dari Allah ta’ala. Dari Ubadah bin Shomit diriwayatkan bahwa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda bahwa,

إِن الله يَقُول: حقت محبتي للَّذين يتزاورون من أَجلي، وحقت محبتي للَّذين يتحابون من أَجلي وحقت محبتي للَّذين يتناصرون من أَجلي

Sesungguhnya Allah ta’ala berfirman, telah ditetapkan kecintaan-Ku pada mereka yang saling mengunjungi karenaku. Dan telah tetap kecintaan-Ku pada mereka yang saling mencintai karena-Ku. Dan telah ditetapkan kecintaan-Ku pada mereka yang saling menolong karena-Ku (HR. Ahmad)

Dalam hadits yang lain, Allah ta’ala menjanjikan untuk memuliakan mereka. Dari Abi Amamah radiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما من عبد أحبّ عبدا لله إلا أكرمه الله عز وجل

Tidaklah seorang hamba mencintai hamba yang lain karena Allah kecuali ia akan dimuliakan oleh Allah ta’ala (HR.Ahmad)

Para ulama menjelaskan bahwa seorang yang sudah dimuliakan oleh Allah ta’ala, maka dimudahkan baginya pintu untuk mencapai kesempurnaan iman, mendapatkan ilmu yang bermanfaat, istiqomah di atas amal sholeh dan berbagai kebaikan lainnya.

Bahkan tidak hanya di dunia ini saja mereka mendapatkan keutamaan. Ketika di akhirat mereka pun akan mendapatkan naungan dari Allah ta’ala. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِن الله يَقُول يَوْم الْقِيَامَة: أَيْن المتحابون بجلالي، الْيَوْم أظلهم فِي ظِلِّي يَوْم لَا ظلّ إِلَّا ظِلِّي

Sesungguhnya Allah pada hari kiamat berfirman, mana mereka yang saling mencintai karena-ku? Pada hari yang Aku berikan naungan pada mereka di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Ku (HR. Muslim)

Makna hadits ini serupa juga dengan hadits yang lain yang menceritakan tujuh golongan yang diberikan naungan oleh Allah ta’ala pada hari kiamat. Dari Abi Hurairah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

سَبْعَة يظلهم الله فِي ظله يَوْم لَا ظلّ إِلَّا ظله إِمَام عَادل وشاب نَشأ فِي عبَادَة الله وَرجل قلبه مُتَعَلق بِالْمَسْجِدِ إِذا خرج مِنْهُ حَتَّى يعود إِلَيْهِ ورجلان تحابا فِي الله اجْتمعَا عَلَى ذَلِك وتفرقا عَلَيْهِ وَرجل ذكر الله خَالِيا فَفَاضَتْ عَيناهُ وَرجل دَعَتْهُ امْرَأَة ذَات حسب وجمال فَقَالَ إِنِّي أَخَاف الله تَعَالَى وَرجل تصدق بِصَدقَة فأخفاها حَتَّى لَا تعلم شِمَاله مَا تنْفق يَمِينه

Tujuh golongan yang Allah berikan naungan pada hari tidak ada lagi naungan kecuali naungan-Nya. Pemimpin yang adil, pemudai yang rajin beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya terikat dengan masjid jika ia keluar darinya sampai ia kembali, dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan berpisah karena Allah, seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian, kemudian berurai air matanya, dan seseorang yang diajak oleh seorang wanita yang berasal dari nasab bagus dan cantik kemudian ia mengatakan sesungguhnya aku takut kepada Allah, dan seorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya (HR. Bukhari Muslim)

Masih banyak sebenarnya hadits-hadits yang lain yang berkaitan dengan keutamaan saling mencintai karena Allah ta’ala, baik ketika mereka masih hidup di dunia ini maupun setelah nanti kembali ke akhirat. Namun karena keterbatasan waktu untuk sementara kami cukupkan sampai di sini saja.

Kiranya dengan beberapa keterangan ini bisa menjadi motivasi bagi kita untuk semakin menguatkan persaudaraan kita dengan kaum mukminin lainnya karena Allah ta’ala. Dan kita berdoa, semoga Allah ta’ala mengaruniakan kepada kita saudara-saudara yang saling mencintai karena-Nya semata. Aamin.

 

Malang, 9 Februari 2016

Akhukum Fillah, Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana Ilmu Politik (S.IP) dari Ilmu Hubungan Internasional UGM, M.A Political Science, Jamia Millia Islamia, dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Menyelesaikan jenjang PhD Political Science dari International Islamic University Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Bekerja sebagai Professor di Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

2 Comments

Leave a Response