Masih dalam hadits yang sama dengan pembahasan yang lalu, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menyatakan bahwa mereka yang menjaga Allah selain akan dijaga oleh Allah, juga akan merasakan kebersamaan Allah ta’ala. Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ
Jagalah Allah maka engkau akan menemukan-Nya di depanmu (HR. Tarmidzi)
Makna dari hadits ini adalah bahwa siapa saja mereka yang menjaga perjanjiannya dengan Allah dan memberikan apa-apa yang menjadi hak Allah ta’ala, maka niscaya ia akan merasakan kebersamaan Allah ta’ala. Hal ini sesuai dengan firman Allah ta’ala,
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan orang-orang yang mereka berbuat baik (Q.S. Annahl: 128)
Qatadah mengatakan bahwa seseorang yang mendapatkan perlindungan dan kebersamaan Allah, maka sungguh ia telah mendapatkan perlindungan terbaik. Pelindunganya adalah Dzat yang tidak pernah tidur, yang akan memberikan petunjuk padanya sehingga ia tidak tersesat.
Maka para ulama mengatakan bahwa mereka tidak akan merasakan ketakutan dalam hidup mereka, tidak pula ada kesedihan. Harapan mereka hanya pada Allah dan tidak bergantung pada sesuatu yang lain.
Inilah kondisi yang dirasakan nabi Musa dan nabi Harun alahimassalam ketika Allah ta’ala berfirman,
لَا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى
Janganlah kalian berdua takut, sungguh Aku bersama kalian berdua, Aku mendengar dan Aku melihat (Q.S. Thoha:46)
Dengan janji Allah untuk membersamai orang-orang yang beriman tersebut, maka nabi Musa pun begitu yakin dan semakin kuat keimanannya. Hal ini tergambar dari ucapan beliau ketika sebagian dari umatnya mulai ketakutan ketika dikejar oleh Fir’aun dan para pasukannya. Ucapan ini diabadikan Allah ta’ala dalam firman-Nya,
إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِين
Sesungguhnya Tuhanku membersamaiku dan Ia akan memberikan petunjuk padaku (Q.S. Assyu’ara: 62)
Kondisi serupa juga dirasakan oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau dalam perjalanan hijrah bersama Abu Bakr Assidiq. Pada saat itu beliau shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَا ظَنُّكَ بِاثْنَيْنٍ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا؟ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Tidakkah engkau tahu bahwa bersama kita berdua, Allah yang ketiga? Maka janganlah bersedih sesungguhnya Allah bersama kita (HR. Bukhari Muslim)
Inilah yang membuat orang-orang yang bertakwa selain merasakan ketenangan, mereka juga tidak berani melakukan sekecil apapun dosa. Dalam dirinya muncul perasakan diawasi oleh Allah ta’ala. Ia tidak lagi melihat besar atau kecilnya dosa, tetapi sudah melihat pada siapa ia melakukan dosa.
Hal ini juga senada dengan firman Allah ta’ala,
مَا يَكُونُ مِنْ نَجْوَى ثَلَاثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمْ وَلَا أَدْنَى مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمْ أَيْنَمَا كَانُوا
Tidaklah berbisik-bisik tiga orang kecuali Allah yang keempat, dan tidaklah lima orang kecuali Allah yang keenam. Tidak lebih sedikit atau lebih banyak dari yang demikian kecuali Allah bersama mereka dimana pun mereka berada (Q.S. Al Mujadalah:7)
Inilah keadaan dan perasaan yang Allah karuniakan kepada mereka yang menjaga Allah. Merekalah orang-orang yang mendapatkan keutamaan iman, sebagaimana sabda Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam,
أَفْضَلُ الْإِيمَانِ أَنْ يَعْلَمَ الْعَبْدُ أَنَّ اللَّهَ مَعَهُ حَيْثُ كَانَ
Seutama-utama iman yaitu ketika seorang hamba mengetahui bahwa sesungguhnya Allah senantiasa bersamanya dimana pun ia berada (HR. Tabrani)
Semoga kita semua diberikan nikmat ini sehingga hidup kita selalu dalam perlindungan Allah dan merasa tenang karena adanya jaminan kebersamaan dari Allah ta’ala. Aamin.
Malang, 26 Agustus 2015
Akhukum Fillah, Gonda Yumitro
