Bolehnya Sholat Dalam Keadaan Duduk

Beberapa waktu yang lalu, kami menemukan di group yang mempertanyakan tentang hukum sholat sambil duduk. Maka melalui tulisan ini kami ingin sedikit mengulas masalah tersebut sesuai dengan pengetahuan yang kami miliki.
Berkenaan dengan masalah ini, maka Rasulullah shollahu ‘alaihi wassalam bersabda,

من صلى قائماً فهو أفضل ومن صلى قاعداً فله نصف أجر القائم

Barang siapa yang sholat berdiri, maka itu lebih utama dan barang siapa yang sholat dalam keadaan duduk baginya pahala setengah dari sholat duduk. (HR Bukhari)

Maka berkata Sofyan Atsauri tentang hadits ini,

هذا للصحيح ولمن ليس له عذر يعني في النوافل فأما من كان له عذر من مرض أو غيره فصلى جالسا فله مثل أجر القائم

Hadits ini berlaku bagi mereka yang tidak punya uzur, yaitu dalam sholat sunnah. Dan bagi mereka yang punya uzur seperti sakit atau semisalnya, maka pahala duduk baginya sama dengan pahala sholat berdiri.

[http://www.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?flag=1&bk_no=2&ID=339]

Jadi kalau dalam sholat sunnah, insyaAllah tidak ada masalah untuk sholat duduk maupun berdiri, baik bagi mereka yang punya udzur atau tidak. Hanya saja jika dalam keadaan sehat, maka pahalanya hanya setengah. Wallahu ta’ala a’lam.

Adapun dalam hal sholat wajib, jika mampu diusahakan sekuat mungkin untuk sholat dalam keadaan berdiri, sebagaimana disepakati oleh para ulama, karena hal ini merupakan salah satu dari rukun sholat. Karena Allah ta’ala berfirman,

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Peliharalah semua sholat dan sholat wustho, dan berdirilah untuk Allah (sholat) dengan khusu’ (QS.Albaqarah;238)

Tapi jika pun memang tidak bisa berdiri maka tetap boleh duduk, sebagaimana hadits nabi,

صل قائماً، فإن لم تستطع فقاعداً فإن لم تستطع فعلى جنبك

Sholat berdirilah, jika tidak mampu maka duduklah, jika tidak mampu maka berbaring (HR. Bukhari).

Berkata imam Syaukani,

وحديث عمران يدل على أنه يجوز لمن حصل له عذر لا يستطيع معه القيام أن يصلي قاعداً ولمن حصل له عذر لا يستطيع معه القعود أن يصلي على جنبه

Maka hadits Imran ini menunjukkan bolehnya untuk duduk bagi mereka yang tidak bisa sholat sambil berdiri, dan bagi mereka yang tidak bisa duduk, maka dibolehkan baginya untuk sholat dalam keadaan berbaring.(نيل الأوطار 3/225)

Dan hal ini sesuai dengan karakter agama ini yang mudah, dan tidak memaksakan umatnya untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin mereka lakukan. Allah ta’ala berfirman,

فَاتَّقُوا الله مَا اسْتَطَعْتُمْ

Bertakwalah kepada Allah sesuai kemampuan kalian (Q.S.At-Taghabun:61)

Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wassalam pun bersabda,

إذا أمرتكم بأمرٍ فأتوا منه ما استطعتم

Jika kalian diperintahkan dengan suatu urusan, maka lakukanlah sesuai dengan kemampuan kalian. (HR Muslim dan Bukhari)

Jadi, insyaAllah jika selama ini sholat dalam keadaan berdiri, kemudian sholat duduk karena udzur seperti hamil, Allah akan memberikan pahala sebagaimana sholat dalam keadaan berdiri.

Rasulullahi shollallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

إذا مرض العبد أو سافر كتب له ما كان يعمل صحيحاً مقيماً

Jika seorang hamba sakit, atau dalam perjalanan, maka ditulis baginya amalan secara utuh sebagaimana ia dalam keadaan mukim. -المجموع 4/310

[http://ar.islamway.com/fatwa/27889]

Wallahu ta’ala a’lam.

Demikian, semoga bermanfaat,

——-
Delhi,
9 Juni 2012
Gonda Yumitro

Gonda Yumitro

Meraih Sarjana Ilmu Politik (S.IP) dari Ilmu Hubungan Internasional UGM, M.A Political Science, Jamia Millia Islamia, dan M.A International Relations, Annamalai University, India. Menyelesaikan jenjang PhD Political Science dari International Islamic University Malaysia. Belajar agama dari beberapa ustadz ketika sedang studi di Yogyakarta, Malang dan India. Bekerja sebagai Professor di Prodi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang.

Leave a Response